CAHAYASIANG.ID, SULUT – Berbagai langkah, upaya dan gerak cepat yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara Prof DR (HC) Olly Dondokambey, SE untuk menangani pengungsi akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Provinsi Sulut dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPRD Sulut Fransiscus Silangen di kantor DPRD Sulut pada Selasa, (07/05/2024).
Menurut Silangen, upaya lobi Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang mendapat persetujuan dari presiden itu terkait pemberian penghidupan yang baru dan layak bagi para pengungsi gunung api Ruang sangat layak mendapat apresiasi.
“Luar biasa, usulan pak gubernur selain mereka dapat rumah relokasi, juga diusahakan untuk setiap kepala keluarga mendapat tanah seluas satu hektar untuk menjadi tempat melangsungkan kehidupan dengan bercocok tanam karena masyarakat di sana adalah petani dan nelayan,” ujar Silangen yang diketahui juga terpilih kembali sebagai Wakil Rakyat di DPRD Sulut dari Dapil Nusa Utara ini.
Bahkan menurut Suami tercinta dari Penjabat Bupati Sangihe ini, bahwa usulan Gubernur Olly Dondokambey untuk menangani pengungsi erupsi gunung ruang juga telah mendapat respon positif dari pemerintah pusat melalui menteri ATR/BPN.
“Pak menteri ATR/BPN juga sudah mengunjungi langsung lokasi relokasi pengungsi gunung ruang di Bolaang Mongondouw Selatan untuk mempercepat kesiapan lokasi relokasi,” tutur Silangen.
Ia pun berharap agar apa yang telah dilakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey tersebut segera terealisasi kepada seluruh korban erupsi gunung api Ruang.
“Mudah-mudahan apa yang sudah disampaikan pak Gubernur, secepatnya dan setiap keluarga mendapat tanah satu hektar,” harap Silangen.
Selain itu, Silangen juga meminta masyarakat yang terdampak erupsi gunung api Ruang untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk segera di relokasi ke tempat yang lebih aman dan layak.
“Tempat relokasi sudah di sediakan dan berada di dalam komunitas orang-orang Siau di Bolaang Mongondouw Selatan, sebab pulau Ruang akan dijadikan sebagai daerah konservasi dan tidak untuk dihuni lagi,” tutup Fransiscus.
Diketahui untuk warga yang tinggal di kaki Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) sebanyak 301 Kepala Keluarga atau 838 Jiwa. Dan Pemprov Sulut akan menyiapkan 10 hektare lahan bagi para warga tersebut. (***)






