Oleh : Om Lole – Aktivis/Koordinator Umum Tim Wartawan Ba Carita Sulut.
Bertalian dengan Judul diatas, saya coba membangun konstruksi berpikir para pembaca untuk lebih mudah memahami maksud dan tujuan judul tersebut

Ada Pepatah Tua mengatakan begini, “Sahabat yang baik susah untuk ditemukan, lebih susah untuk ditinggalkan, dan tidak mungkin untuk dilupakan.”
Tulisan diatas menarik untuk di kupas dan dilihat lebih dalam makna yang terkandung disana, dan tidak menutup kemungkinan memiliki Korelasi dengan keadaan Politik di Bangsa ini akhir-akhir ini
Terkadang kita tersandera pada pemikiran-pemikiran yang sempit sehingga kita tidak bisa berpikir mana yang benar dan mana yang salah. Hasil dari pola pikir yang sempit biasanya mengantarkan kita terperosok pada jurang kedunguan yang dalam.
Kembali pada pertanyaan awal, Apa benar tulisan diatas menggambarkan cerita yang sebenarnya dan sedang terjadi di Bangsa ini ??
Adakah di Dunia ini Pemimpin Negara yang mudah melupakan sahabat nya?? Atau mudah melupakan orang yang telah membesarkan nya/membesarkan nama nya ??
Drama film yang di pertontonkan akhir-akhir ini di Bangsa ini, memberikan teguran yang keras sekalian jawaban bagi masyarakat Indonesia, bahwa benar PEPATAH TUA MENGATAKAN: KACANG LUPA PADA KULITNYA. Ternyata Pepatah Ini Benar-Benar Menjadi Kenyataan dan mewarnai tahun Politik 2024.
Tak bisa terbantahkan bawa ada manusia yang bersifat seperti karet elastis setiap saat bisa berubah dan saya coba haluskan kalimat tersebut dengan membuat Judul: “KETIKA SAYA TAK LAGI SAMA.” Sebab itu, tempatkan dia di tempat yang baik maka dia akan berubah menjadi yang terbaik,,.(Bung Karno)
Kalimat ini selalu diterapkan Megawati Soekarnoputri untuk membimbing seluruh kaderisasi PDI Perjuangan karena beliau yakin, “Seseorang itu akan bersikap baik bila berada di dalam Kapal yang di Nahkodai seorang Kapten yang Jujur dan Cerdas,,.(Megawati Soekarnoputri)
Kalimat manis dari Megawati Soekarnoputri mengingatkan kita pada seseorang yang berubah sikap setelah mengarungi Samudra Atlantic dengan Kapal yang berbeda, Spontanitas sifatnya berubah seperti Karet gelang bisa panjang bila ditarik dan berubah menjadi pendek saat dilepaskan.
Terngiang kata nasehat dari Bung Karno, “musuh terbesar kita adalah Bangsa kita sendiri”.
Kalimat itu diulang kembali Oleh Bung Karno sambil meneteskan Air Mata Beliau menyerahkan Surat Perintah 11 Maret (Dokumen Supersemar),
Beliau meneteskan air mata dan mengulang kalimat itu karena Beliau yakin Surat Perintah 11 Maret pasti akan disalah gunakan dan akan banyak menelan korban jiwa yang tidak berdosa.
Harapan kita buat para pejabat diatas sana, jadilah Pemimpin yang Cerdas Pemimpin yang lebih mengutamakan keselamatan Bangsa dan Negara. Jangan kerap menciptakan kebijakan semu demi memaksakan kehendak, karena itu sangat berbahaya bagi keselamatan Bangsa dan Negara.
Mengutak – atik Lembaga Tinggi di Republik ini adalah sikap yang tidak terpuji dan merusak tatanan Demokrasi. Oleh karena nya, jangan jadikan alasan untuk menyelamatkan Bangsa dan Negri ini dari tangan – tangan yang haus kekuasaan, sebab tanpa kita mengutak – Atik Lembaga Tinggi MK Negara ini sudah terlepas dari tangan – tangan yang haus kekuasaan. sebab UU KPU sudah mengatur dan menerapkan Calon Presiden RI dan Calon Wakil Presiden RI harus Berusia dibawah 70 Tahun.
Jadi tidak perlu diutak – atik kalau tidak ada niat yang lain.
Selamat menyambut pesta demokrasi 2024 (Penulis adalah Aktivis, Manager liputan koran cetak Cahaya Siang serta Koordinator Umum Tim Wartawan Ba Carita Sulut dan GM Media Berita Online Cahayasiang.id).






