
Kegiatan yang dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu di SMP Muhammadiyah Kotamobagu. (Sumber: Rutan Kotamobagu)
CAHAYASIANG.ID, Kotamobagu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Busen, melaksanakan kegiatan Rutan Go To School.
Kegiatan yang berdasarkan surat permohonan dari Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Kotamobagu itu, dilakukan melalui sosialisasi pengenalan Rutan serta edukasi tentang pentingnya menghindari tindakan pidana kepada.
Bertempat di SMP Muhammadiyah Kotamobagu, kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai hukum dan konsekuensi dari berbagai tindakan yang dapat mengarah pada tindak pidana.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kotamobagu berupaya mengenalkan hukum sejak dini agar para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga perilaku dan menjauhi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan yang dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu di SMP Muhammadiyah Kotamobagu. (Sumber: Rutan Kotamobagu)
Dalam penyampaiannya, Busen menjelaskan pentingnya bagi para siswa untuk menghindari berbagai bentuk tindak pidana maupun kenakalan remaja.
“Setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum, sehingga para siswa diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak dan tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang dapat berujung pada proses hukum dan kehilangan masa depan,” tutur Busen.
Selain materi yang disampaikan oleh Busen, motivasi kepada para siswa juga diberikan oleh Masri Mangendenge. Para siswa dan siswi tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi.
Diharapkan melalui kegiatan ini, para generasi muda dapat menambah wawasan sekaligus motivasi untuk lebih memahami hukum, menjaga pergaulan, serta fokus dalam menempuh pendidikan demi meraih cita-cita.
Terkait kegiatan itu, Kepala SMP Muhammadiyah Kotamobagu, Mail Mokodongan, mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran Rutan Kotamobagu yang telah hadir memberikan edukasi dan motivasi kepada para siswa.
“Saya harap kegiatan tersebut dapat membantu membekali siswa agar mampu menghindari bahaya tindak pidana, kenakalan remaja, maupun perilaku negatif lainnya selama menjalani masa pendidikan,” ucapnya. (ak)


