
Oleh: Harley Alfredo Benfica Mangindaan
CAHAYASIANG.ID, Manado – Proyek Transformasi Transmigrasi ala Iftitah dengan pendekatan desentralisasi dan berbasis kebutuhan daerah menjadi terobosan dalam persiapan ketahanan nasional.
Calon transmigran akan dibekali dengan pelatihan keterampilan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, atau kewirausahaan sebelum diberangkatkan. Pendekatan baru ini memungkinkan pemerintah daerah untuk berperan lebih aktif dalam menentukan kebutuhan dan jumlah transmigran, sehingga program transmigrasi menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan wilayah tujuan.
Dr.AiM sependapat Transformasi pada program kementerian Transmigrasi yang sesuai dengan amanat UU No. 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian. Pemerintah daerah harus secara aktif mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat.
Kunci nya sekarang ada pada pusat, berharap budaya organisasi kementerian segera menyesuaikan dan profesional.
Menarik untuk di bahas pada program Transmigrasi Pariwisata. Program Indonesia maju ini memiliki tujuan pengembangan kawasan transmigrasi dengan lokasi potensi keindahan alam yang terbentuk dari perubahan struktur geologi, kawasan pasca gunung meletus, di jalankan secara luas bersama stakeholder, menciptakan destinasi pariwisata baru dengan melibatkan masyarakat dalam hal ini transmigran untuk memperhatikan kelestarian lingkungan.
Menurut Hose (2012), ada lima kunci prinsip penting, apabila kegiatan dan atau program yang di laksanakan individu dan kelompok atau pemangku kepentingan fokus pada;
- pelestarian alam (geoheritage).
- Meningkatkan kehidupan masyarakat,
- Adanya edukasi, menghasilkan warga profesional.
- Berkelanjutan.
Prinsip ini akan mendatang wisatawan pada kelas tertentu dalam kebutuhan akan wisata alam dan daya tarik pelayanan profesional. Konsep ini dilakukan di sebut oleh Hose adalah pendekatan Geotourism yang akan mewujudkan kelangsungan hidup, peningkatan kwalitas dan nilai ekonomi, serta pelestarian bumi.
Mengutip disertasi Mangindaan [2014], bahwa suatu kegiatan dengan pendekatan wisata geologi, keindahan alami, pelestarian lingkungan, ketersediaan aksesibilitas [darat, sungai, udara dan pantai], penjaminan pelayanan prima pemerintah, keamanan dan pelatihan bagi para peserta transmigran di ramu dengan komprehensif, merupakan langkah tepat untuk mencapai keberlanjutan.
Secara keseluruhan, transformasi program transmigrasi 2025 ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan lokal, memberdayakan masyarakat, dan dalam mencapai pemerataan pembangunan yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Program tersebut antara lain: transmigrasi patriot, trans Komponen Cadangan, trans pangan, dan trans industri. Memiliki makna masing-masing dengan dengan tujuan yang baik.
Terobosan pemerintah ini akan memperkaya makna Geotourism dalam penelitian selanjutnya. (Deon)





