CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Menko PMK, Muhadjir Effendy, menilai proses seleksi Sekolah Staf Presiden (SSP) Pertamina 2023 bisa menjadi praktik baik bagi proses seleksi perekrutan di Indonesia.

Sebab itu, menurut Menko PMK tersebut, dilakukan secara obyektif, ketat, dan tanpa ada titipan.
Muhadjir Effendy pun menyampaikannya, ketika menemukan fakta yang merupakan keluarganya sebagai pendaftar SSP tetapi dinyatakan tidak Lolos seleksi.
MENKO PMK BUKTIKAN SELEKSI OBJEKTIF DAN TANPA TITIPAN
Padahal, Muhadjir Effendy menjelaskan, sebelumnya Ia sudah memberikan surat rekomendasi.
“Tapi memang tulisan saya, di situ saya sebutkan apabila yang bersangkutan memenuhi syarat. Dan Alhamdulillah ternyata yang bersangkutan tidak diterima,” katanya, di Bina Graha, Senin (10/7/23).
Tak Lolosnya keluarga Menko PMK, Membuktikan bahwa Ini, menunjukkan seleksi dilakukan secara obyektif, ketat, dan tanpa ada titipan.
Muhadjir Effendy mengatakan, apa yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan membuat program Sekolah Staf Presiden bisa menjadi bagian dari revolusi mental di Indonesia.
Ia menambahkan, Terlebih, proses perekrutan dilakukan dengan adil dan benar-benar berdasarkan kompetensi.
“Seandainya semua proses seleksi di Indonesia berjalan seperti di SSP, ini akan menjadi gerakan revolusi mental,” ujar Muhadjir Effendy.
MOELDOKO TEGASKAN KOMITMEN TENTANG PROSES SELEKSI SSP
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menegaskan komitmennya tentang proses seleksi program SSP.
Di mana, semua harus dilakukan berdasarkan standar yang sudah ditetapkan, termasuk untuk kualifikasi peserta.
“Dalam prosesnya saya selalu mengawasi tim SSP ini, untuk tetap menjalankan proses sesuai standarnya,” tegas Moeldoko.
Seperti diketahui, dari 66.139 peserta yang mendaftar Sekolah Staf Presiden (SSP) Pertamina 2023, hanya 35 orang yang dinyatakan lolos seleksi dan menjadi bagian dari SSP. Proses seleksi dilakukan dalam beberapa tahap.
Pertama, tahap administrasi. Di mana, tim SSP mengecek seluruh dokumen calon peserta.
Dokumen tersebut diantaranya, daftar Riwayat hidu, tingkat pendidikan, serta pengalaman organisasi dan latar belakang profesi.
Tahap selanjutnya, dilakukan seleksi esaiyang dilanjutkan dengan seleksi wawancara oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden.
Saat ini, 35 peserta SSP Pertamina 2023 masih mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan Istana Negara. Pelaksaan SSP Pertamina akan berakhir pada Jumat, (14/7/2023). (Dego*)






