
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Gema perayaan Natal Yesus Kristus dilaksanakan keluarga besar RSU GMIM Kalooran Amurang dan Klinik Syalom Tompaso Baru.
Perayaan Natal Yesus Kristus Keluarga besar RSU GMIM Kalooran Amurang dan Klinik Syalom Tompaso Baru tersebut dilaksanakan diaula RSU Kalooran Amurang. Senin, (16/12/2024).

Dengan mengambil tema “Bangsa Yang Berjalan Di Dalam Kegelapan”
Kegelapan Telah melihat Terang Yang Besar, Mereka Yang Diam Di Negeri Kekelaman, Atas Terang Telah Bersinar (Yesaya 9:1), perayaan kali dipimpin Ketua BPMS GMIM Pdt. DR.Hein Arina,TH,PD sebagai Khadim.
Dalam khotbahnya, Ketua BPMS DR.Hein Arina menekankan dimana pentingnya peran sebagai warga GMIM dalam melaksanakan pekerjaan pelayanan bagi masyarakat melalui diakonia kesehatan.
“Sebagai pekerja gereja yang dibentuk, yang diangkat, yang ditugaskan melalui yayasan Medika GMIM untuk menjalankan tugas panggilan ini untuk menyembuhkan melalui rumah sakit”. Ujar Ketua Sinode DR.Hein Arina

“GMIM adalah Gereja Publik bukan Gereja Privat. Gereja Publik tentu memiliki Tata Gereja, Regulasi, termasuk memberi gaji kepada pekerja, memberi pensiun kepada pekerja yang akan pensiun”. Jelas DR.Hein Arina.
Yayasan Medika GMIM dalam perkembangannya telah memiliki 5 (lima) Rumah Sakit besar. Yang diantaranya RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO, RSU GMIM BETHESDA TOMOHON, RSU GMIM SILOAM SONDER, RSU GMIM TONSEA AIRMADIDI, RSU GMIM KALOORAN AMURANG.
Sementara itu Yayasan Medika GMIM juga memiliki sekola-sekolah. Baik PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta dua Perguruan Tinggi yaitu UKIT dan STIKES. Yang jumlahnya mencapai 1.039 sekolah.

Selain memiliki 1.039 sekolah, Sinode GMIM dalam perjalanannya hingga saat ini telah melakukan pemekaran jemaat/wilayah dan membentuk jemaat sebanyak 1.079 jemaat.
“Tugas kita dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mengenal tua muda, kaya miskin, BPJS atau tidak, akan tetapi semua wajib kita layani. Karna itu prinsip kita”. Beber DR.Hein Arina.
Saya berulang-ulang bilang kepada yayasan, “Orang datang diRumah sakit pertama karena kita punya panggilan selamatkan nyawa. Jangan tanya punya BPJS atau tidak punya BPJS. Tetapi selamatkan dulu nyawa. Ucapnya.

Diakhir khotbahnya, Ketua BPMS GMIM DR.Hein Arina, TH.PD menyinggung terkait persembahan jemaat. Menurutnya bahwa, persembahan yang diberikan jemaat itu merupakan bentuk partisipasi dan bukan kewajiban atau keharusan.
Sehingga tidak ada alasan apabila jemaat datang keibadah wajib atau harus memberikan persembahan. Karena itu bagian dari partisipasi jemaat. Dan tidak bisa dipaksakan. Tegas DR.Hein Arina mengakhiri khotbahnya.
Rangkaian perayaan Natal Yesus Kristus Keluarga Besar RSU Kalooran Amurang dan Klinik Syalom Tompaso Baru diakhir dengan penyerahanpiagam penghargaan kepada sejumlah pegawai rumah sakit kalooran Amurang dan Klinik Syalom Tompaso Baru.

Sementara itu, Direktur RSU GMIM Kalooran Amurang dr Billy Manengkei, M.Kes bersyukur bisa merayakan Ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus.
“Puji Tuhan bisa merayakan Ibadah menyambut Natal ini. Terima kasih buat Ketua BPMS dan Ketua Pembina Yayasan Media GMIM Pdt DR Hein Arina,Th.Pd dan juga Ketua Yayasan Pdt Jhon Slat,M.Th yang selalu memberikan dorongan dan mensupport kami untuk terus melakukan yang terbaik dalam pelayanan kesehatan di RS ini. Saya dan keluarga besar RSU GMIM Kalooran Amurang mengucapkan selamat menyambut Natal Yesus Kristus.” Ujar dr Billy.
Hadir pada perayaan Natal Keluarga besar RSU GMIM KALOORAN, Bupati Minahasa selatan Franky Donny Wongkar,SH, Ketua BPMS GMIM Pdt. DR.Hein Arina, Th,PD dan jajaran, Ketua Yayasan Medika Pdt. Jhon Slat M.Th dan jajaran, Direktur RSU Kalooran Amurang dr.Billy Manengkey, Kepala Klinik Syalom Tompaso Baru dr.Mike Sumangkud, Para Direktur RS, Penanggung Jawab Klinik dibawah Yayasan Media, serta seluruh karyawan dan keluarga besar RSU GMIM KALOORAN Amurang. (R)







