
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Kabar penemuan mayat di perairan Sangihe antara Pulau Dakupang dan Bebalang, Kecamatan Manganitu Selatan, mengejutkan masyarakat setempat. Mayat tersebut diketahui bernama Rafles Sembalangi, seorang nelayan berusia 61 tahun dari Kampung Menggawa, Kecamatan Tamako. Penemuan ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah perairan tersebut, yang sering kali menjadi lokasi hilangnya nelayan.
Menurut Aniring Riaga, istri dari almarhum Rafles, suaminya pergi melaut seperti biasa dengan perahu tradisional jenis sampan yang dilengkapi mesin katinting. Biasanya, Rafles kembali ke rumah pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita, namun pada hari Selasa pagi ia tidak pulang seperti biasanya. Hal ini mendorong kekhawatiran keluarganya, yang kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak pemerintah Kampung Menggawa.
Pemerintah Kampung Menggawa segera melakukan pencarian pada Rabu, 13 November 2024. Mereka juga mengumpulkan informasi dari warga sekitar mengenai keberadaan Rafles. Pada siang harinya, mereka mendapat laporan dari nelayan lain, Marthin Luter Sengkandai, yang menemukan perahu sampan milik Rafles terapung di dekat perairan Kampung Bebu, Kecamatan Tamako, tanpa pemiliknya.
Perahu tersebut kemudian dibawa oleh Marthin ke pesisir pantai Kampung Makalekuhe dan warga Kampung Menggawa dibantu Tim Basarnas Kabupaten Kepulauan Sangihe segera melakukan pencarian lebih lanjut. Namun, pada hari itu, pencarian masih belum membuahkan hasil, dan Rafles masih belum ditemukan hingga keesokan harinya.
Pada Kamis pagi, 14 November 2024, warga Kampung Menggawa kembali melakukan pencarian lanjutan. Pencarian ini melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat setempat dan beberapa nelayan. Mereka menyisir perairan dari Kampung Menggawa hingga Pulau Bebalang dengan harapan menemukan tanda-tanda keberadaan Rafles.

Sekitar pukul 07.00 Wita, seorang saksi bernama Meyer Karaeng bersama Agus Riaga menemukan sebuah benda yang terapung di perairan antara Pulau Bebalang dan Pulau Dakupang. Setelah didekati, mereka memastikan bahwa benda terapung tersebut adalah jasad Rafles Sembalangi yang ditemukan dalam keadaan terlentang di atas air.
Meyer Karaeng kemudian menghubungi Lukas Siriambong untuk meminta bantuan dari Tim SAR Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tim penyelamat bersama masyarakat Kampung Menggawa segera menuju lokasi penemuan untuk mengevakuasi jasad Rafles dan membawanya ke pelabuhan Kapal Feri Pananaru.
Keluarga Rafles yang telah menerima kabar ini menyatakan bahwa mereka ikhlas dengan kepergian almarhum. Istrinya juga mengonfirmasi bahwa Rafles memiliki riwayat penyakit hipertensi, yang mungkin berkontribusi pada kejadian ini. Keluarga pun menolak autopsi dan menganggap kematian Rafles sebagai musibah yang sudah mereka ikhlaskan.
Terkait dengan kejadian tersebut, dikonfirmasi ke Kapolsek Tamako, Iptu, Elia James Herman Gosal, membenarkan hal itu. “Memang benar telah ditemukan jasad berjenis kelamin laki-laki, bernama Rafles Sembalangi (61) diperairan laut Mangsel, warga kampung Menggawa Kecamatan Tamako,” ungkap Gosal. (*Anto Harindah)


