
CAHAYASIANG.ID, Manado – Karantina Sulawesi Utara (Sulut) melalui tim karantina tumbuhan melaksanakan kegiatan pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap keberadaan hama dan penyakit tumbuhan yang berpotensi mengancam produksi pertanian di Sulawesi Utara.
Kegiatan pemantauan tersebut sekaligus bertujuan memperoleh gambaran mengenai sebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan OPTK pada sejumlah wilayah sentra produksi pertanian.
Adapun data hasil pemantauan menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan serta penyusunan langkah pencegahan dan pengendalian di wilayah Sulawesi Utara.
Tim karantina tumbuhan dari Karantina Sulawesi Utara yang diterjunkan ke area pemantauan, menyisir beberapa komoditas pangan dan holtikultura di daerah, diantaranya tanaman jagung, tomat, cabai, bawang daun, dan tanaman labu-labuan.
Petugas karantina melakukan identifikasi gejala serangan spesifik dari target OPTK/OPT, seperti penyakit bulai pada jagung, ngengat Phthorimaea absoluta pada tomat, hingga infeksi bakteri pemicu layu pada cabai serta bawang. Dalam prosesnya, tim memasang perangkap serangga, serta mengumpulkan sampel OPTK/OPT lain yang ditemukan di lokasi pemantauan.
Sampel pemantauan itu selanjutnya diperiksa dan diamati di laboratorium untuk memastikan jenis organisme maupun penyebab gejala yang ditemukan. Dari hasil identifikasi tersebut, diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai keberadaan dan sebaran OPT/OPTK di wilayah Sulawesi Utara. (*/ak)



