
CAHAYASIANG.ID, Manado – Kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Kinerja Semester I tahun 2026, dilangsungkan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Sulut pada Rabu (5/6/2026). Diikuti oleh para kepala UPT Kanwil Ditjenim Sulut beserta jajaran, kegiatan itu dibuka langsung oleh kakanwil, Ramdhani.
Dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia, Novly Momongan, menyampaikan bahwa kegiatan itu diselenggarakan sebagai forum evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian di wilayah Sulut selama Semester I Tahun 2026.
Selain sebagai media pertanggungjawaban kinerja, kegiatan itu juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, praktik baik (best practices), serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pada Semester II Tahun 2026.
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mengevaluasi capaian indikator kinerja dan realisasi anggaran Semester I Tahun 2026, mengidentifikasi permasalahan serta merumuskan solusi dan strategi percepatan pencapaian target kinerja Semester II.
“Tujuan berikutnya adalah meningkatkan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi antara Kantor Wilayah dengan seluruh UPT Keimigrasian. Selain itu mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik melalui penguatan reformasi birokrasi, akuntabilitas kinerja, pelayanan publik, serta pengawasan internal,” jelas Novly.
Sementara dalam sambutannya, Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulut, Ramdhani, menyebut forum ini bukan sekadar agenda rutin untuk mengevaluasi angka, realisasi anggaran, atau capaian indikator kinerja.
Lebih dari itu, evaluasi merupakan instrumen strategis untuk mengukur sejauh mana setiap kebijakan, program, dan langkah yang diambil benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat, memperkuat organisasi, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Imigrasi di daerah, Kantor Wilayah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kebijakan nasional diimplementasikan secara selaras oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis,” ucapnya.
Dalam menjalankan fungsi tersebut, lanjut Ramdhani, harus melihat organisasi melalui perspektif Helicopter View, yaitu melihat keseluruhan ekosistem penyelenggaraan tugas dan fungsi keimigrasian, bukan hanya keberhasilan masing-masing satuan kerja.
Perspektif ini menurutnya mengajarkan bahwa keberhasilan satu UPT merupakan keberhasilan Direktorat Jenderal Imigrasi di Sulawesi Utara secara keseluruhan. Sebaliknya, setiap kendala yang dihadapi oleh salah satu UPT adalah tantangan yang harus diselesaikan bersama.
“Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi ego sektoral maupun sekat birokrasi yang menghambat kolaborasi. Yang harus kita bangun adalah budaya saling mendukung, saling menguatkan, dan bergerak dalam satu arah kebijakan, satu strategi, serta satu tujuan organisasi,” tuturnya.
Ramdhani mengingatkan bawhwa seluruh pelaksanaan tugas harus selaras...



