
CAHAYASIANG.ID, Minsel– Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menegaskan komitmennya untuk memajukan gerakan kepramukaan di wilayahnya. Hal ini disampaikan langsung Ketua Majelis Pembimbing Cabang Minahasa Selatan (Kamabicab Minsel), Kak Franky Wongkar, saat membuka kegiatan Musyawarah Kwarcab Gerakan Pramuka Minsel, Senin (29/6/2026) di Hotel Sutan Raja Amurang.
Dalam upaya memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda, Kak Franky menekankan bahwa keberhasilan gerakan Pramuka memerlukan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pengurus, anggota, hingga jajaran pemerintah di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
“Gerakan kepramukaan ini harus bergerak bersama. Jangan kita hanya membebankan tanggung jawab ini kepada pengurus saja,” tegas Kak Franky, yang juga selaku Bupati Minsel.
Pemerintah daerah menurutnya, berkomitmen untuk terus mendukung melalui regulasi dan fasilitas pendukung. Hal ini termasuk memberikan dukungan dalam hal penganggaran melalui APBD untuk mendukung program kerja kepramukaan yang berfokus pada tugas-tugas kemanusiaan.
“Pemerintah daerah sesuai regulasi, memiliki peran untuk memfasilitasi setiap program kegiatan. Termasuk jika melihat salah satu pasal tentang keuangan, kita harusnya menganggarkan di APBD untuk program kegiatan kepramukaan,” ujar Kak Franky.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran Pramuka di masa kini, terutama di era informasi. “Dengan aktif dalam kegiatan Pramuka, diharapkan dapat membentuk kepribadian generasi muda sesuai dengan Satya dan Darma Pramuka, sekaligus meminimalisir perilaku negatif seperti perkelahian antar siswa”, terang Kak Franky.
Melalui koordinasi yang baik, ia pun berharap agar pengurus yang terpilih nanti, dapat menjalankan tugas dengan penuh semangat dan rasa cinta terhadap organisasi kepramukaan di Minahasa Selatan.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Utara terpilih, Kak Grevo Gerung, menekankan perlunya koordinasi dan sinergitas antara pemerintah kota/kabupaten dan provinsi untuk memastikan pembinaan yang berkelanjutan bagi para generasi muda.
“Pembinaan generasi muda harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di sekolah atau gereja, tetapi juga melalui kegiatan pramuka,” ujarnya.
Terkait dengan pembinaan, Kak Grevo menyebut perlunya sinkronisasi pembinaan generasi muda melalui gerakan pramuka. Mengingat kewenangan pengelolaan pendidikan SD dan SMP (pramuka siaga dan penggalang) berada di tingkat kota/kabupaten, sementara SMA/SMK (penegak) kewenangan ada di tingkat provinsi.
“Pramuka adalah sarana yang efektif untuk menyinkronkan pembinaan tersebut secara utuh. Hanya melalui Gerakan Pramuka, kita dapat mengintegrasikan pembinaan ini dari jenjang Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega secara berkesinambungan,” pungkas Kak Grevo. (ak)


