
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE (YSK) mengungkapkan rencana pembangunan bandara baru di Pulau Lembeh, Kota Bitung. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung sektor pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.
Gubernur YSK menilai bahwa Bandara Sam Ratulangi Manado saat ini belum mampu menampung pesawat berbadan besar, yang menjadi kendala dalam mendatangkan lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, ia berencana membangun bandara baru yang dapat melayani pesawat Boeing berkapasitas besar, seperti 747, 777, 787, dan Dreamlifter.
“Pembangunan jembatan Pulau Lembeh sudah kami rencanakan. Kemudian, saya diskusi dengan Pak Olly (Dondokambey) terkait Bandara Sam Ratulangi yang belum bisa didarati pesawat berbadan besar. Bukan dipindahkan, tapi bandara untuk pesawat berbadan besar akan dibangun di sana,” ungkap Gubernur Selvanus saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Sulut 2025-2029 di Hotel Peninsula, Manado, Selasa (25/3/2025).
Ditambahkan oleh Kadis Kominfo Sulut Steven Liow bahwa Bandara Sam Ratulangi tetap ada tidak dipindahkan.
“Bandara Sam Ratulangi tetap ada dan tidak akan dipindahkan, tetapi akan dibuat lebih baik lagi. Jadi Bandara Sam Ratulangi akan diperkuat dan ditambah fasilitasnya, sedangkan Bandara di Lembeh dipersiapkan. Selain itu Akan ada lagi pembangunan jembatan Bitung-Lembeh.” Ujar Liow, Rabu (26/03/2025).
Diketahui, Pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380-800 menjadi pesawat berbadan lebar terpopuler/paling banyak digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia.
“Airbus A380-300 merupakan pesawat berpenumpang 500 orang yang banyak dioperasikan oleh negara-negara di kawasan Asia-Pasifik. Begitu juga pesawat jenis Boeing 747, 777, 787, dan dreamlifter. Khusus Boeing 747 diistilahkan sebagai “Jumbo Jet”, diperuntukan untuk mengangkut penumpang dengan kapasitas 550-660 penumpang. Ada juga pesawat kargo Antonov An-225 Mriya yang bisa mengakut bahan bahan ekspor. ” Ujar Liow.
Konektivitas udara yang lebih baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjadikan Sulut sebagai destinasi wisata unggulan. Selain bandara, proyek pembangunan jembatan penghubung antara Kota Bitung dan Pulau Lembeh juga masuk dalam rencana strategis pemerintah provinsi.
Dalam pembahasan RPJMD, YSK memaparkan delapan misi dan 45 program yang menjadi pedoman pembangunan Sulut ke depan. Seluruhnya disusun mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto.
Diharapkan rencana ini dapat mengubah wajah infrastruktur Sulawesi Utara, mempercepat pertumbuhan pariwisata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam pembahasan RPJMD, Gubernur Yulius juga memaparkan 8 misi dan 45 program. Pemaparan program dan misi tersebut tidak lepas daripada pedoman saat melakukan kampanye di Pilkada 2024 lalu bersama Wakil Gubernur, J Victor Mailangkay.
Gubernur Yulius menuturkan RPJMD Sulut harus mengacu pada RPJMN tahun 2025-2029 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Di situ termuat adopsi daripada misi 8 Asta Cita dan 17 program prioritas Presiden Prabowo. (*Red)





