
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Terkait dengan polemik pergantian Patung Pahlawan Nasional Sam Ratulangi yang dipertanyakan Warga Sulawesi Utara kini terjawab sudah.
Dimana Patung Sam Ratulangi tersebut bukan dihilangkan atau dibongkar, melainkan akan dibangun dengan konstruksi yang baru.
“Bahan Patung akan diganti dengan bahan Perunggu yang kualitasnya lebih baik dan bertahan lama. Pergantian Patung Sam Ratulangi ini akan diperindah dan dipercantik. Sedangkan pelaksana proyeknya adalah Pemkot Manado,” ujar Kepala Dinas Kominfo Sulut Steven Liow, Selasa (10/12/2024).
Lanjut Kadis Steven Liow, pergantian Patung ini sama seperti Patung Penginjil Johann Gotlieb Schwarz yang dibangun Prabowo Subianto di Kota Langowan.
“Sedangkan Patung lama sudah dipindahkan ke Bandara Sam Ratulangi. Patung Sam Ratulangi yang baru nanti akan tetap menjadi salah satu icon di kota Manado.” Tambah Liow.
Monumen Patung Sam Ratulangi dibangun mulai pada tahun 1969 saat zaman pemerintahan Gubernur Sulawesi saat itu, Gubernur Worang.
Patung setinggi 5 meter ini terbuat dari semen dengan cat warna putih sebagai lapisan luarnya. DR. Sam Ratulangi dibuat berdiri sambil memegang bukunya yang terkenal dengan tulisan “si tou timou timou tou”. Kalimat tersebut secara harfiah berarti manusia baru dapat disebut sebagai manusia jika sudah dapat memanusiakan manusia. Lebih jelasnya adalah manusia tidak dapat hidup tanpa membantu manusia lainnya.
SEKILAS TENTANG DR SAM RATULANGI
Doktor Gerungan Saul Samuel Jacob merupakan Pahlawan Nasional yang lebih dikenal dengan nama DR. Sam Ratulangi. Lahir di Tondano, Sulawesi Utara, pada 5 November 1890, dan wafat di Jakarta 30 Juni 1949 saat menjadi tahanan Belanda. Sam Ratulangi merupakan aktivis kemerdekaan dan Doktor ilmu pasti pertama yang dimiliki Indonesia. Gelar tersebut ia dapat saat melakukan studi di Universitas Amsterdam, Belanda. (*Red)



