“Ketika mematikan rokok, yang bersangkutan kemudian berteriak tidak terima. Kemudian terjadi keributan dan perkelahian,” jelas Bonyx.
Bonyx menegaskan, ketika perkelahian terjadi, dirinya langsung mengambil tindakan untuk melerai dan memisahkan pihak-pihak yang terlibat.
“Ketika terjadi perkelahian, saya langsung melerai. Saya memisahkan perkelahian itu. Jadi bukan saya memukul,” tegasnya.
Ia juga membantah keras pernyataan yang menyebut dirinya melakukan pemukulan. Bonyx meminta masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Bagaimana saya memukul, sedangkan yang bersangkutan saya kenal. Jadi keliru statemen yang mengatakan saya memukul. Di video saja tidak ada saya memukul. Jadi jangan menyebar hoaks,” tegasnya.
Bonyx berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan fakta dan menjaga suasana tetap kondusif, khususnya dalam setiap pelaksanaan kegiatan olahraga.
Menurutnya, perbedaan pendapat maupun persoalan teknis dalam sebuah pertandingan seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan tidak berkembang menjadi keributan.
“Yang paling penting, mari kita lihat fakta yang sebenarnya dan jangan menyebarkan informasi yang tidak benar,” pungkasnya.(*RS)



