
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperluas peluang penelitian, serta mencetak lulusan yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Ketua Jurusan Akuntansi Polimdo, Raymond Festus Rombot, S.E., Ak., M.Si., mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menjalin berbagai kerja sama dengan sejumlah institusi dan mitra strategis, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
“Kerja sama yang telah terjalin antara lain dengan Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM, lembaga perpajakan dari Jakarta, serta Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Selain itu, kami juga telah bermitra dengan berbagai dunia usaha dan dunia industri,” ujar Raymond saat ditemui di Coffee Polimdo.
Menurutnya, penguatan jejaring internasional juga menjadi fokus pengembangan Jurusan Akuntansi. Saat ini, Polimdo tengah merampungkan kerja sama dengan mitra dari Tiongkok yang diawali melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi.
“Untuk kerja sama internasional dengan mitra dari Tiongkok, saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Harapannya, kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa maupun dosen,” jelasnya.
Tak hanya itu, Jurusan Akuntansi Polimdo juga baru menjalin kemitraan dengan PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) serta sejumlah rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Pancaran Kasih dan RSU Tonsea. Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas dan pemahaman di bidang pelaporan keuangan.
Raymond mengungkapkan, sejumlah kerja sama lainnya juga masih dalam tahap penjajakan. Bentuk kolaborasi yang sedang dibahas mencakup pelaksanaan penelitian bersama, program magang mahasiswa, hingga peluang pemberian beasiswa.
“Masih banyak potensi kerja sama yang sedang kami bangun. Bentuknya bisa berupa penelitian, magang, maupun beasiswa, sesuai kebutuhan dan kesepakatan dengan masing-masing mitra,” katanya.
Ia menegaskan, komunikasi yang intensif dengan dunia usaha dan industri menjadi faktor penting dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Melalui dialog yang terbuka, Jurusan Akuntansi dapat memahami tantangan yang dihadapi industri sehingga mampu menyesuaikan kurikulum, meningkatkan kompetensi lulusan, serta menghadirkan solusi yang relevan.
“Kami terus berdiskusi dengan berbagai perusahaan agar dapat memahami kebutuhan mereka. Masukan dari dunia industri menjadi dasar bagi kami untuk melakukan berbagai pembaruan, sehingga lulusan Jurusan Akuntansi Polimdo benar-benar mampu menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus memberikan solusi bagi dunia usaha,” pungkasnya.(*RS)



