
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Menyambut Hari Besar Keagamaan, khususnya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik di Tahuna dan sekitarnya. Kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat ini resmi dimulai pada Selasa (2/12/2025) di Taman Kota (Tamkot) Tahuna.
Asisten II Setda Sangihe, Gregorius Londo, mewakili Bupati, menyampaikan bahwa pasar murah sebenarnya sudah menjadi agenda rutin Pemkab Sangihe. Namun pelaksanaannya kali ini dikemas lebih maksimal mengingat kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“GPM atau pasar murah sudah sering dilakukan. Tapi karena bertepatan dengan Nataru, pelayanan kita tingkatkan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Londo.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan hingga saat ini, komoditas yang mengalami kenaikan harga hanya telur. Sementara kebutuhan pokok lainnya masih stabil. Meski harga di pasar murah tidak jauh berbeda dari harga pasar umum, Pemerintah memastikan selisih tersebut tetap memberikan keringanan bagi masyarakat.
“Perbedaan harganya memang tidak terlalu jauh. Intinya, kegiatan ini lebih kepada memudahkan masyarakat agar bisa berbelanja di satu lokasi dengan harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sangihe Reintje Tamboto mengatakan bahwa,
GPM tahun ini akan berlangsung cukup panjang, yakni mulai tanggal 2 hingga 16 Desember 2025.
“Setelah pelaksanaan di Tamkot Tahuna, kegiatan akan berlanjut di GOR Manente pada Rabu, Pelabuhan Tua Tahuna pada Kamis, serta di Lanal Tahuna pada Jumat yang sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Armada ke-80 Tahun. Selebihnya, GPM akan digelar di Pendopo dan sejumlah kecamatan,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi menjadi bukti bahwa pasar murah ini sangat membantu, khususnya di tengah fluktuasi harga menjelang perayaan akhir tahun. Pemerintah berharap rangkaian GPM ini dapat menjangkau lebih banyak warga sehingga kebutuhan pokok dapat terpenuhi tanpa memberatkan masyarakat. (*Anto)






