CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kantor Staf Presiden (KSP) menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, salah satunya dengan mendorong pembangunan fasilitas irigasi, di daerah untuk membantu mengairi lahan pertanian.

Karena itu, KSP menyatakan dukungannya terhadap pembangunan 3.000 hektar bendungan dan jaringan irigasi di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Serta 11.950 hektar bendungan dan jaringan irigasi di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh,” lanjut Pihak KSP.
Pihak KSP menuturkan, Kedua bendungan dan jaringan irigasi ini sangat diperlukan, karena sektor pertanian masih mengandalkan tadah hujan dan kerap dilanda kekeringan saat musim kemarau.
“Selain itu, debit air dari sungai Krueng Baro yang menjadi sumber air utama di Baro Raya, Kab. Pidie, saat ini sudah tidak lagi memadai,” sambung Pihak KSP.
KSP AKAN MELAKUKAN TINDAK LANJUT AGAR DIPERHATIKAN DAN DIPRIORITASKAN
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Perlu dilakukan upaya percepatan melalui koordinasi dengan Kementerian PUPR.
“KSP akan melakukan tindak lanjut tersebut agar dapat diperhatikan dan diprioritaskan, sehingga dua kabupaten bisa terus berproduksi dan berkontribusi pada program ketahanan pangan nasional,” kata Moeldoko, Rabu (7/6/2023) di Gedung Bina Graha, Jakarta.
Selain itu, menurut Panglima TNI 2013-2015, keberadaan bendungan dan irigasi tidak hanya berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat petani, tetapi ternyata juga mengatasi masalah sosial lainnya.
Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, dan Pj. Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman, yang datang menemui Moeldoko, Rabu (7/6/2023), menjelaskan,
ketiadaan sumber air dan sistem irigasi teknis yang memadai untuk lahan pertanian menyebabkan penurunan produktivitas ekonomi masyarakat yang 60 persennya berprofesi sebagi petani.
“Dengan kerugian yang dialami para petani, sejumlah masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, hingga tindak kriminalitas dan kekerasan juga mengalami peningkatan signifikan,” jelas mereka.
KSP PERNAH TERJUN MENYELESAIKAN PERMASALAHAN DI WADAS JAWA TENGAH
“KSP pernah turut terjun menyelesaikan permasalahan di Wadas, Jawa Tengah, yang juga memiliki permasalahan lahan dan permasalahan sosial. Saya pikir skema yang sama juga bisa diperlakukan di Aceh,” imbuh Moeldoko.
Kemudian Ia berpesan, Presiden Jokowi selalu menekankan tentang penyelesaian berbagai proyek strategis nasional (PSN) hingga tahun 2024 mendatang.
“Komitmen pemerintah untuk terus bekerja melayani masyarakat hingga akhir masa kepresidenan Jokowi,” pukas Moeldoko.
MOELDOKO AKUI BEBERAPA PROYEK BESAR TIDAK BISA SELESAI 2024
Moeldoko kembali berpesan kepada para jajarannya, Pemerintahan efektif kita hanya tinggal 1,5 tahun saja. Ada perintah dari Presiden untuk mengevaluasi PSN agar selesai semua di tahun 2024.
“Namun tidak bisa dipungkiri ada beberapa proyek besar yang tidak bisa terselesaikan tahun 2024 karena butuh waktu lama,” urai Purnawirawan TNI yang dijuluki Moeldoko Penjaga NKRI.
Oleh karenanya, Dia mengingatkan, kita harus tetap bekerja memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. (Dego*)






