CAHAYA SIANG.ID, MINSEL – Jalan antara Desa Keroit-Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel) nyaris putus dan membahayakan pengguna jalan akibat longsor yang memakan badan jalan. Dalam pantauan media ini, kondisi jalan akibat longsoran terbilang cukup parah karena tinggal tersisa kurang lebih 2,5 meter saja. Selain itu terdapat retakan di badan jalan yang berpotensi menjadi longsoran susulan apalaagi dalam kondisi cuaca ekstrim dengan curah hujan yang deras. Hal ini terjadi sejak akhir tahun lalu dan sangat mengkuatirkan warga desa yang bepergian dan memasarkan hasil pertanian.

Warga-pun mendesak Pemkab Minahasa Selatan segera merehabilitasi jalan ini karena sangat menyulitkan warga memasarkan hasil pertanian dan mengurus keperluan di kantor kecamatan dan kabupaten.
Melalui musyawarah desa(musdes) yang digelar Kamis, (12/01/2023) diputuskan Pemdes Keroit segera menemui pejabat terkait di kabupaten untuk menyampaikan persoalan ini.
Hal ini langsung ditindak lanjuti oleh Hukum Tua Desa Keroit Donni Bela, bersama Seretaris Desa, Reagen Piri mereka menemui tiga pejabat teras Pemkab Minsel masing-masing Sekdakab Minsel Glady N. Kawatu, SH, MSi, Asisten I Drs. Benny Lumingkewas, dan Kadis PU Royke Durand. Mereka diterima di ruang kerja Sekda.
Sayangnya, Sekretaris Daerah Minsel Glady Kawatu mengaku tidak bisa mengambil langkah strategis terkait laporan bencana longsor ini.
“Karena anggarannya cukup besar silahkan disampaikan langsung ke Pak Bupati lewat pengajuan proposal,” ujar Sekdes Reigen Piri mengutip pernyataan Kawatu yang didampingi Asisten I Pemerintahan Drs Benny Lumingkewas.
Sebelumnya, Kadis PUPR Royke Durant saat disambangi Pemdes Keroit mengatakan akan segera menurunkan alat berat Excavator untuk memperlebar jalan yang nyaris putus tersebut.
“Untuk sementara akan diturunkan alat berat(excavator) untuk memperbaiki jalan tersebut namun sebelumnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Raanan Baru dan pemilik lahan tanah yang adalah perkebunan warga,” ujar Durant.
Terpisah, Hukum Tua Desa Keroit Donni Bela berharap Pemerintah Kabupaten secepatnya menyikapi laporan mereka.
“Ini sangat darurat, karena jalan alternatif yaitu antara Desa Keroit dan Desa Lalumpe Kecamatan Motoling dalam kondisi yang sama terdapat longsor di badan jalan, bahkan terdapat lima titik longsor,” terang Bela didampingi Sekdes Keroit Reagen Piri dan Tokoh Masyarakat Jendry Sondakh.

Menurut Hukum Tua Bela, jika jalan ini putus, maka warga harus mengambil resiko lewat jalan Desa Lalumpe, sementara di jalan tersebut selain kondisinya rusak parah di sana terdapat lima titik longsor di badan jalan.
“Otomatis kendaraan roda enam keatas dengan tonase besar tidak bisa lewat karena resikonya jatuh ke jurang,” tukas Bela.
Lain halnya dikatakan Everd, pemerhati pemerintahan dan kemasyarakatan. Menurut Everd, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan harus segera mengambil langkah menanggulangi kerusakan jalan di dua lokasi tersebut.
“Ini bisa dikategorikan bencana, jadi bisa saja digunakan dana taktis bencana setelah dievaluasi sebagai mitigasi bencana,” tandasnya. (Rub)






