(CAHAYA SIANG.ID) MINSEL – Jalan penghubung antara Desa Keroit Kecamatan Motoling Barat dan Desa Lalumpe Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan rusak parah dan nyaris putus di lima titik.
Sesuai pantauan Cahaya Siang.ID pekan lalu jalan ini dalam kondisi rusak parah dan hampir putus di lima titik akibat longsor.

Kondisi jalan seperti ini kontan dikeluhkan banyak warga yang melintas akibat merasa ngeri saat melewati jalan tersebut.
“Saya sebenarnya ngeri lewat di jalan ini, selain tanjakannya terjal, kondisinya rusak parah akibat digerus hujan deras yang mengalir di tengah jalan akibat jalan tersebut tidak memiliki drainase, Tapi tidak ada pilihan yang lebih baik,” ujar Piri warga pengguna jalan yang harus extra hati-hati saat melintas.

Menurut Piri, sebenarnya ada jalan alternatif yang bisa digunakan antara Desa Keroit dan Desa Raanan Baru, tapi kondisi tanjakan sepanjang 700 meter di ujung Desa Raanan Baru, rusak parah mirip sungai kering, lagipula jaraknya lebih jauh dibanding jika lewat di Desa Lalumpe.
Kondisi jalan Keroit-Lalumpe ini mengundang kritikan warga lainnya.

“Sepertinya Pemkab Minsel tidak berperasaan membiarkan kondisi jalan seperti itu, tercatat lima titik jalan yang hampir putus. Hal mana sangat membahayakan pengguna jalan, selain sempit longsoran di dua titik hampir memakan setengah badan jalan, kendaraan dengan tonase besar tidak mungkin lagi lewat di jalan tersebut. Hal ini tentu sangat menyulitkan warga Desa Keroit dan juga sebagian warga Desa Toyopon yang ikut menggunakan jalan ini untuk mengangkut hasil pertanian,” ketus Croni warga Desa Keroit.
Lanjut dikatakannya, harga hasil pertanian, seperti gula merah, cabe rawit, cap tikus, jahe, bawang dan lainnya menjadi anjlok akibat transportasi yang sulit. Hal ini berpengaruh terhadap produktifitas petani.
“Kami berharap perhatian serius dari Bupati Minsel Frangki D. Wongkar, dan Anggota Dewan Minsel yang terhormat karena sepengetahuan kami jika tidak keliru status jalan tersebut adalah jalan kabupaten penghubung antar kecamatan. Hal ini sangat mendesak sebab sudah banyak pengendara sepeda motor jatuh belum lagi resiko terperosok ke jurang akibat longsoran. Jalan yang rusak parah ini perlu direhabilitasi secepatnya. ,” tandas Croni.

Menurut informasi yang dikumpulkan, sudah ada petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Minsel yang datang mengukur kerusakan jalan, tapi sampai memasuki tahun baru 2023 belum ada tindakan rehabilitasi, bahkan titik longsor terus bertambah dan kerusakan semakin parah.
Diketahui sejak dibangun tahun 2017, jalan sepanjang 3,8 kilometer ini menjadi ‘urat nadi’ perekonomian dua desa yaitu Keroit dan Toyopon. (Rub)






