CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman membeberkan tiga pertimbangan yang bisa merealisasikan Walikota Solo Jawa Tengah Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Wakil Presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

“Regulasi (Sudah terpenuhi setelah MK memutuskan), Partai Koalisi Indonesia Maju menyetujui, dan Kalau yang bersangkutan (Gibran) berkenan,” ungkap Habiburokhman, sesuai keterangannya ke awak media, Kamis (19/10/2023).
Menurut Politisi Gerindra tersebut, Tiga pertimbangan itulah yang bisa membuat Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terwujud.
MEMBEDAH DUA PANTUN SEKJEN GERINDRA
Sementara itu, Pengamat politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga menilai, kisi-kisi berdasarkan Pantun Sekjen Partai Gerindra mengarah ke Gibran.
“Gibran Rakabuming Raka tampaknya lebih berpeluang menjadi cawapres Prabowo daripada Erick Thohir, ujarnya pada awak media, Kamis (19/10/2023).
Membedah dua pantun yang disampaikan oleh Ahmad Muzani, Menurut Dirinya, Pantun pertama merujuk kepada figur yang berasal dari kalangan anak muda.
Ia menambahkan, Di Indonesia, usia pemuda kerap dibatasi maksimal 40 tahun. Dengan begitu, kisi-kisi pertama jelas mengarah ke Gibran, ketimbang Erick Thohir yang sudah di atas 40 tahun.
“Batas usia tersebut ada pada Gibran, bukan Erick Thohir. Saat ini usia Gibran 36 tahun,” jelasnya.
Dia menlanjutkan, Pantun kedua disinggung mengenai stasiun balapan yang Artinya, kisi-kisi tersebut ingin memberitahukan, bahwa sosok cawapres Prabowo adalah anak muda yang berasal dari Stasiun Solo Balapan, atau Solo.
“Pemuda dari Stasiun Balapan atau Solo tentunya Gibran, bukan Erick. Hal ini menegaskan, pantun petinggi Gerindra itu mengarah pada Gibran,” ungkapnya.
CAWAPRES PRABOWO MERUPAKAN SOSOK YANG BERPENGALAMAN DI PEMERINTAHAN
Dalam pantun Ahmad Muzani, disebut cawapres Prabowo Subianto merupakan sosok yang berpengalaman di pemerintahan.
“Sedangkan sisi berpengalaman di pemerintahan, baik Gibran maupun Erick sama-sama memilikinya. Gibran berpengalaman menjadi Wali Kota Solo, sementara Erick Menteri BUMN. Karena itu, faktor berpengalaman di pemerintahan bukan menjadi pembeda antara Gibran dan Erick,” pungkasnya. (DYW)






