CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko membagikan strategi kesiapan Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.

Dalam forum yang dihadiri para pakar, pengusaha, serta perwakilan pemerintah dari berbagai negara dunia, Panglima TNI Periode 2013-2015 ini menyampaikan, Indonesia telah membangun resiliensi, bahkan bertumbuh, dan mampu memanfaatkan momentum krisis pandemi untuk membuat perbaikan-perbaikan.
“Indonesia siap menghadapi ketidakpastian global, meski terjadi pergantian pemimpin sekalipun. Karena sudah dibangun pondasi sistemnya,” kata Moeldoko menegaskan, saat menjadi pembicara kunci Forum Pengetahuan Dunia atau World Knowledge Forum (WKF), di Seoul, Korea Selatan, sesuai siaran pers, Jumat (15/9/2023).
Ia juga menjelaskan, Dalam hal resiliensi saat pandemi, Indonesia menerapkan tiga strategi utama, yakni pengerahan sektor kesehatan, program bantuan sosial bagi masyarakat bawah, dan insentif dunia usaha agar terus bergerak.
LIMA STRATEGI INDONESIA MANFAATKAN PELUANG PASCA PANDEMI
Moeldoko melanjutkan, Dalam hal membangun dan memanfaatkan peluang setelah pandemi, Indonesia menerapkan lima strategi.
Pertama, pembangunan SDM dengan memanfaatkan bonus demografi.
Kedua, pembangunan infrastruktur yang memperkuat konektifitas untuk mencapai cost efficiency.
Ketiga, reformasi peraturan dengan membuat Omnibus law (Cipta kerja) untuk mendorong investasi yang efisien, mudah, pasti, dan membangun ekosistem yang subur bagi pertumbuhan.
Keempat, reformasi birokrasi yang mendukung penyelenggaraan pemerintah yang efektif.
Kelima, transformasi ekonomi dari ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam menjadi ekonomi yang modern dengan nilai tambah tinggi.
Moeldoko yakin terhadap lima strategi yang dijelaskannya, sehingga Indonesia dapat bergerak dari posisi sekarang sebagai negara “Upper Middle Income”, menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di tahun 2045, yakni menuju Indonesia Emas.
PELUANG INDONESIA UNTUK BERPERAN DALAM MASALAH GLOBAL
Moeldoko menambahkan, Indonesia mengambil peluang untuk berperan dalam masalah global.
“Yakni dengan menjaga perdamaian kawasan dan membangun sistem resiliensi kawasan melalui kepemimpinan ASEAN,” sambung Dia.
Menurut Dirinya, Indonesia juga mendorong terbangunnya infrastruktur kesehatan global dan kerja sama ekonomi yang setara melalui kepemimpinan di KTT G20.
“Inilah strategi yang dikatakan membajak krisis,” kata Moeldoko.
Forum Pengetahuan Dunia (WKF) sudah berlangsung sejak 2000. Forum ini mengumpulkan para pakar, pengusaha dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara di dunia untuk berbagi pemikiran dan pembelajaran mengenai solusi dari masalah global dan memprediksi masa depan. (DYW)






