Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) meningkat 318 ribu rupiah (2,84 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.
Sumber data pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret.
Diketahui, perkembangan IPM Sulut pada tahun 2020-2023, terus mengalami kemajuan.
Sejak tahun 2020, status pembangunan manusia Sulut sudah berada di level tinggi.
Selama 2020-2023, IPM Sulut rata-rata meningkat sebesar 0,62 persen per tahun, dari 73,67 pada tahun 2020 menjadi 75,04 pada tahun 2023.
Dari sisi perkembangan Dimensi Pembentuk IPM Sulut 2020-2023, peningkatan IPM tahun 2023 didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak dan pengetahuan.
Dua indikator mengalami percepatan pertumbuhan yaitu Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 0,93 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 0,62 persen dan Pengeluaran Riil per Kapita sebesar 2,84 persen dibanding tahun sebelumnya 2,73 persen.
Sementara Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) pertumbuhannya sedikit melambat dari 0,36 persen menjadi 0,35 persen.
Demikian juga Harapan Lama Sekolah (HLS) pertumbuhannya tetap sebesar 0,08 persen. Perkembangan IPM dan dimensi penyusunnya selama tahun 2020-2023.
Selanjutnya, dimensi ketiga yang mewakili pembangunan manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan dengan pengeluaran riil per kapita per tahun (atas dasar harga konstan 2012) yang disesuaikan.
Pada tahun 2023, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan masyarakat Sulawesi Utara mencapai Rp11,50 juta per tahun.
Berdasarkan wilayahnya, Jakarta menjadi provinsi yang memiliki IPM...






