Upaya pemulihan sistem kelistrikan ini dilakukan secara intensif dengan melibatkan ratusan personel teknis agar bisa mempercepat pemulihannya.
Kamis pagi tadi, PLN melaporkan telah berhasil memulihkan 12 dari total 31 Gardu Induk terpasang yang mengalami gangguan.
PLN juga memastikan terkait pemulihannya dan meminta dorongan seluruh elemen masyarakat agar pasokan listrik bisa normal kembali secepat mungkin.
Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm meminta PLN Suluttenggo harus bertanggung jawab.
“PLN harus berikan kompensasi, ganti rugi terhadap kerugian yang dialami masyarakat,” ujarnya, Kamis (12/12/2024).
Selain itu, ia pun meminta transparansi, sebab PLN Suluttenggo belum memberikan penjelasan kerusakan apa yang dialami.
“Kalau perlu dilakukan audit kinerja dan audit aset. Jika memang karena aset tua harus dilakukan peremajaan, PLN kan perusahaan negara yang profitnya jelas,” tegas dia.
Akibat listrik padam dua hari terakhir ini dampak kerugian besar dialami masyarakat Sulut.
“Kerugian besar sekali ini berdampak terhadap sendi kehidupan masyarakat. Pelayanan kesehatan terganggu, pendidikan di sekolah juga, mau kerja dari rumah (work from home) juga tak ada layanan karena listrik mati. Bagaimana kalau ada pasien berat yang penanganannya membutuhkan listrik?” katanya.
Pemadaman listrik juga sangat berdampak pada kebutuhan masyarakat akan komunikasi.
“Semua sektor terganggu, belum lagi dengan dampak pada kerusakan elektronik, pihak manajemen segera memberikan konfirmasi dan gerak cepat dan Manajemen wajib memberikan penjelasan terhadap warga,” pungkasnya. (*Red)






