“Beruntung di tengah masa jabatan yang sangat pendek sebagai orang yang ditunjuk pemerintah pusat menjadi penjabat Bupati Sangihe, saya bisa membuka terobosan awal berupa bantuan perahu kepada nelayan dan membuka pintu perdagangan ekspor ikan Sangihe ke pasar luar negeri,” ujar Tamuntuan.
Saat ini kata Tamuntuan, ketika dirinya didorong PDI Perjuangan untuk ikut dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sangihe pada November 2024, pemajuan sector perikanan menjadi bagian prioritas dalam target pembangunan Sangihe ke depan.
“Mengangkat kehidupan nelayan dan pemajuan sector perikanan itu menjadi prioritas utama selain sector strategis lainnya. Sangihe ke depan harus bisa memanfaatkan berkah laut menjadi penopang kesejahteraan masyarakat,” ungkap Tamuntuan.
Sementara mencermati kontestasi politik 2024, tokoh masyarakat Sangihe Godfried Samalam, M.Mar. mengatakan, Sangihe bahkan Nusa Utara membutuhkan figur dengan latar keterpanggilan yang kuat dalam mengelola potensi perikanan.
“Kita harus melihat dan memanfaatkan secara sungguh-sungguh potensi kelautan kita. Karena di sanalah sejatinya sumber kesejahteraan masyarakat Sangihe bahkan Nusa Utara berada,” ujarnya saat diwawancarai belum lama.
Disayangkan ujar Samalam, sejauh ini porsi pembangunan kemaritiman itu tak mendapatkan perhatian serius.
“Lihat saat ini, Sangihe bahkan Nusa Utara sangat bergantung pasokan bahan makanan dari luar daerah. Ini salah satu bukti bahwa sumber daya hidup masyarakat yang bergantung di daratan sudah sangat terbatas, apalagi dengan banyak terpakainya kawasan daratan untuk pembangunan infrastuktur pemerintahan pasca Nusa Utara dimekarkan menjadi 3 kabupaten,” ungkapnya.
Itu sebanya, kata dia, daerah kepulauan seperti Sangihe membutuhkan pemimpin yang mengerti dan paham serta punya kemauan politik dalam membangun sector perikanan dan kelautan.
Penulis: Iverdixon Tinungki/ Tim Media Center
(*Anto)






