CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Pemerintah Korea dan Indonesia meluncurkan platform Ekonomi Digital Hijau (GDEP) di Seoul, Korea Selatan, Rabu (13/9/23).
Peluncuran tersebut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, pendiri HumanX/DQ Institute Yuhyun Park, serta Ketua Komisi Presidensial untuk Netralitas Karbon dan Pertumbuhan Kim Sang-Hyup.
Pada kesempatan itu, Moeldoko mengatakan, melalui GDEP Indonesia akan memberdayakan 62 juta petani Indonesia dengan AI dan transformasi digital.
“Inisiatif GDEP ini, memang cukup signifikan. Masa depan kita bergantung pada dua hal penting: hijau dan digital,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Kamis (14/9/23).

Lanjut Panglima TNI 2013-2015, Ini juga bisa diselaraskan dengan konsep metafarming yang dirancang oleh Gerakan Maju Tani Indonesia dalam rangka mencetak 10 juta petani digital pada akhir 2014.
“Sudah menjadi kewajiban kita mempelopori pembentukan standar global pada titik penting ini, di mana hijau bertemu dengan digital. Dalam hal ini, GDEP tepat sasaran apalagi Gerakan Maju Tani Indonesia juga memanfaatkan teknologi yaitu meta Farming guna meningkatkan jumlah petani di Indonesia,” ujar Moeldoko.
Dirinya juga menekankan, Pentingnya keberlanjutan dan ekonomi digital, khususnya dalam mengatasi ketahanan pangan.
Dia menambahkan, Gerakan akar rumput yang dipimpin oleh generasi muda di Indonesia ini, bertujuan untuk mengubah pertanian tradisional, menjadi sektor teknologi pertanian yang sangat menguntungkan.
“Hal yang menonjol dari GDEP adalah kepeloporannya dalam merintis paradigma baru dalam konvergensi ekonomi hijau dan digital. Bergerak melampaui ekonomi sirkular, kami mendorong ekonomi lintas sektoral, yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang eksplosif sambil mempromosikan keberlanjutan dan kesejahteraan digital. Dengan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan populasi yang muda, pendekatan ekonomi lintas sektoral dapat membuka potensi maksimum, menawarkan kendaraan yang luar biasa bagi kedua negara untuk memacu pertumbuhan ekonomi,” jelas Moeldoko.
Sebagai informasi, Provinsi Kalimantan Utara telah ditunjuk sebagai tempat uji coba platform ini (GDEP), dan memainkan peran penting sebagai pusat nasional dan global untuk penyebaran pengetahuan.
Melalui GDEP, para petani akan menerima pelatihan literasi dan keterampilan digital sambil mendapatkan akses ke praktik dan teknologi terkini, termasuk meta-farming. (DYW)






