
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Debut Perdana Patrick Kluivert menjadi arsitek Timnas Indonesia masih belum bisa berjalan mulus, karena Squad Garuda saat bertandang ke Markas Australia harus menelan pil pahit, yakni di taklukan oleh Pasukan besutan Tonny Popovic, Kamis (20/3/2025).
Dimana, Indonesia turun menggunakan formasi 4-3-3 bermutasi aneh bin ajaib jadi 3-4-1-2 memainkan pengandalian bola, sedangkan Australia memakai pola 5-2-3 hybrid ke 3-4-3 menggandalkan pressing tinggi memanfaatkan serang balik. Sebagai Catatan, Mess Hilgers (Menit 60) dan Sandy Walsh (Menit 66) harus ditarik keluar akibat mengalami cedera.
Pertandingan berjalan 8 menit, Indonesia berhasil mendapatkan hadiah tendangan Penalti tetapi peluang emas itu tidak bisa di manfaatkan oleh Kevin Diks. Lebih lanjut, Australia juga mendapatkan hadiah serupa, yaitu Tendangan Penalti oleh Martin Boyle dan membuahkan gol 1-0.
Tak berhenti disitu, Australia menggandakan keunggulan 2-0 di menit 18 berkat tendangan kaki kanan Nishan Vellupillay, kemudian kembali Negeri Kanguru itu menyarangkan bola ke Gawang Indonesia melalui tendangan rebound Jackson Irvine, jarak makin melebar 3-0 sampai babak pertama selesai.
Babak Kedua mulai kembali, Malapetaka bagi Indonesia belum usai karena Australia makin memperbesar skor 4-0 berkat sumbangsih Gol sundulan Lewis Miller, dari Sepak Pojok Carigh Goodwin menit 61.
Menit 78 Indonesia memperkecil kedudukan menjadi 1-4 melalui kaki Ole Romeny via umpan manis Kevin Diks, Sayangnya menjelang pertandingan usai Australia memperluas skor jadi 5-1 dari Sundulan Jackson Irvine di Menit 90 Sepak Pojok Craigh Goodwin.
Berikut statistik pertandingan tersebut; Shots, Australia 9-10 Indonesia. Shots on target, Australia 7-4 Indonesia. Ball Possession, Australia 39%-61% Indonesia. Passes, Australia 341-509 Indonesia. Pass accuracy, Australia 81%-85% Indonesia. Fouls, Australia 11-13 Indonesia. Yellow Card, Australia 0-0 Indonesia. Red Card, Australia 0-0 Indonesia. Corner Kick, Australia 5-7 Indonesia.
Sementara, Waktu Jumpa Pers setelah pertandingan, Selaku Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert memberikan peryantaan kepada awak media.
“Kami berjuang seperti singa dan tak pernah menyerah. Namun saya sangat kecewa dengan hasil akhirnya,” kata Eks Asisten Pelatih Louis Van Gaal ini.
Ia menarik kesimpulan, Andai Kevin Diks berhasil menjebloskan bola pada titik penalti otomatis Indonesia unggul di menit awal, maka laga berjalan berbeda.
“Saya pikir kita tampil lebih baik dari Australia. Namun sayangnya, betapa pentingnya untuk mencetak gol saat penalti atau tidak? tentu saja, apa yang dilakukan bicara mental adalah hal yang besar,” ungkap Pelatih penganut sistem penguasaan bola itu.
“Jika anda mencetak 1-0, Saya yakin ini akan jadi pertandingan yang berbeda. Sayangnya, penalti tidak bisa anda cetak setiap saat,” ucap Patrick Kluivert. (red)






