CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis riset terbaru mereka yang diambil saat 27 Oktober hingga 1 November 2023.

Melalui keterangannya, di hari Minggu (12/11/2023), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan mengenai peta elektoral simulasi 3 pasangan capres-cawapres, maupun Tren 3 Pasangan menurut wilayah.
SIMULASI 3 PASANGAN
- Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 39,7%
- Ganjar Pranowo-Mahfud MD 30%
- Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 24,4%
- TT/TJ 5,9%
TREN 3 PASANGAN MENURUT WILAYAH
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
- Sumatera 36,1%
- Banten 34,8%
- DKI Jakarta 39,2% (Unggul)
- Jawa Barat 30,1%
- Jateng-DIY 7,9%
- Jawa Timur 16,2%
- Bali-Nusa 10,9%
- Kalimantan 26,6%
- Sulawesi 24,8%
- Maluku-Papua 21,3%
Ganjar Pranowo-Mahfud MD
- Sumatera 21,9%
- Banten 10,1%
- DKI Jakarta 17,2%
- Jawa Barat 26,7%
- Jateng-DIY 64,7% (Unggul)
- Jawa Timur 30%
- Bali-Nusa 39,6% (Unggul)
- Kalimantan 9,8%
- Sulawesi 12,9%
- Maluku-Papua 37,6% (Unggul)
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
- Sumatera 38,9% (Unggul)
- Banten 55,1% (Unggul)
- DKI Jakarta 29,8%
- Jawa Barat 37,7% (Unggul)
- Jateng-DIY 22%
- Jawa Timur 49% (Unggul)
- Bali-Nusa 38%
- Kalimantan 57,5% (Unggul)
- Sulawesi 50,4% (Unggul)
- Maluku-Papua 32,9%
METODOLOGI SURVEI
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. (DYW)






