
CAHAYASIANG.ID, TOMOHON – Semangat toleransi dan kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara kembali terbukti nyata. Bukan sekadar slogan, indahnya kebersamaan itu terpancar di ajang GMIM CUP 2026 Fun Run 5K yang digelar di samping Kantor BPMS GMIM Tomohon, Sabtu (31/10/2026) pagi tadi.
Di tengah ribuan peserta yang didominasi jemaat GMIM, sosok pelari Muslim justru berhasil mencuri perhatian. Dia adalah Rahman Ma’ud , perwakilan dari Masjid Babussalam Likupang, Kampung Ambon, yang sukses merebut Juara 2 Kategori Master.
Kemenangan Pak Rahman menjadi simbol kuat bahwa olahraga mampu menjadi jembatan pemersatu di atas segala perbedaan keyakinan.
“Juara dua. Alhamdulillah. Saya senang sekali karena persiapan cuma 5 hari. Alhamdulillah ada basic juga biasa lari, jadi ya syukur banyak mendapat podium nomor dua,” ujar Pak Rahman saat diwawancarai media cahaya siang id usai menerima hadiah.
Tak hanya dirinya, kebahagiaan Rahman Ma’ud pun berlipat ganda. Sang anak yang juga ikut lomba di tempat berbeda, turut meraih prestasi serupa.
“Dan juga terpisah dengan anak saya ini yang ada di Erafone tadi, juga alhamdulillah juara dua di Erafone tadi. Jadi saya sangat senang dapat juara dua ini,” tambahnya.
Kehadiran dan prestasi Pak Rahman di ajang yang digelar oleh Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM melalui Panitia yang diketuai oleh Pdt John Slat, Sekretaris Pdt Christian Luwuk dan Bendahara dr Gafri Bofi Kasenda ini mendapat apresiasi luar biasa dari peserta lain. Sorak-sorai dan tepuk tangan tak hanya untuk para juara umum, tapi juga untuk pesan damai yang dibawa.
Ajang yang dilepas secara simbolis dengan pelepasan balon oleh Ketua BPMS GMIM, Sekretaris BPMS, dan perwakilan Pemprov Sulut ini memang sejak awal digagas bukan hanya sebagai kompetisi lari, melainkan sebagai wadah mempererat tali persaudaraan antarwarga gereja dan masyarakat luas.
Kisah Pak Rahman Ma’ud dari Likupang ini menjadi bukti nyata bahwa di Sulawesi Utara, torang samua basudara. Gereja menggelar lomba, Masjid ikut berprestasi. Inilah wujud toleransi kerukunan antar umat beragama di Sulut yang terus terjaga.
Kegiatan ini sendiri diikuti lebih dari 1000 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Sulut dengan total hadiah ratusan juta rupiah, termasuk doorprize yang disupport Ketua BPMS Pdt Dr. Adolf Wenas, M.Th. (*James)


