CAHAYASIANG.ID // Jakarta – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Mercu Buana (ILUNI UMB) Anzil Tan dalam persyaan acara peringatan 2 Tahun kepemimpinannya berorasi mengenai, hal demokrasi akan berkualitas apabila diikuti banyak pasangan calon presiden.

“Ditengah kejenuhan masyarakat dan riuh Para kandidat yang mendominasi pencapresan dan persepsi publik pada Pemilu 2024 membuat sejumlah aktivis 98 bersuara termasuk dirinya,” ujar Anzil kepada cahayasiang.id, Senin (13/3/2023).
Menurut Ketua Umum Iluni UMB tersebut, Rakyat sudah jenuh dengan tiga nama yang beredar ditengah masyarakat digadang-gadangkan sebagai calon Presiden.
“Satu sudah usang (Prabowo Subianto) dan dua kandidat lainnya, berpotensi akan meneruskan perseteruan kampret (Anies Baswedan) dan cebong (Ganjar Pranowo),” sambungnya.
Makanya Anzil mengatakan, rakyat harus berani memunculkan calon presiden yang lain. Demokrasi kita akan berkualitas, apabila muncul banyak calon presiden yang ditawarkan kepada rakyat.
“Kita mengecam operasi mensetting calon presiden cuma ada 2 pasang. Hal itu, berpotensi konflik yang memecah persatuan, juga membuat demokrasi sakit,” tambahnya.
Anzil menegaskan, bahwa potensi-potensi anak bangsa untuk menjadi presiden sangat banyak, namun ditenggelamkan oleh oligarki politik dan sistem Pemilu yang tidak membuka pencapresan independen.
“Banyak anak bangsa berkualitas bisa menjadi presiden, katakanlah, seperti, Moeldoko, Mahfud MD, Sri Mulyani dan lain-lain. Tapi tenggelam oleh kekuatan oligarki yang menguasai panggung politik dan menutup pencapresan independen,” katanya Mempertegas.
Selaku Ketua Umum, Anzil berkata, Jajaran Iluni UMB turut berbela sungkawa atas meninggalnya istri tercinta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ibu Koesni Harningsih, pada hari Minggu, (12/3).






