
CAHAYASIANG.ID, MINAHASA- Hari ini Jumat (03/04/2026), umat Kristiani diseluruh dunia memperingati momen Kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia diseantero dunia yang disebut Jumat Agung. Sebagaimana biasa, di hampir semua organisasi Gereja yang ada di Sulawesi Utara, Ibadah Jumat Agung di lanjutkan dengan Sakramen Perjamuan Kudus. Hal itu juga dilaksanakan oleh Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) “HOSANA” Ranotongkor Timur Kecamatan Tombariri Timur Kabupaten Minahasa.
Dua rangkaian Ibadah di pimpin oleh Pdt. Karel Ratag, STH, SPd dan Pdt. Rolly Kalele. Pendapat Kalele yang merujuk pada bacaan Alkitab Filipi 3:10, bahwa Kematian Yesus Kristus menyatakan Pola Ibadah Tabernakel. “Ada Kematian karena ada kelahiran. Ada Kebangkitan karena ada kematian. Kematian Yesus simbolisasi keharusan manusia untuk mematikan kedagingan,” kata Rolly.
Sementara itu, terkait sakramen Perjamuan Kudus, menurut pendeta Karel, adalah sesuatu yang sentral dalam pribadi Kristen. “Perjamuan Kudus sangat penting, untuk kita dapat terus mengingat pengorbanan Yesus dalam menghapus dosa kita,” tegas Ratag. Diketahui, Ibadah Jumat Agung dan Perjamuan Kudus di Minahasa-Tomohon berjalan dengan lancar dan aman. Pihak Kepolisian yang dibantu oleh organisasi internal gereja seperti Panji Yosua (GMIM), LC Katolik dan Linmas Desa/ Kelurahan memastikan kenyamanan umat, sejak pagi sampai malam. (wjj)






