
CAHAYASIANG.ID, MINUT – Memperingati Hari Lahir ke-73 lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar aksi sosial dengan menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Rumah Kasih Doulos, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mengawal Suara Rakyat Menjaga Demokrasi” ini menjadi bentuk kepedulian KPU Minut terhadap sesama sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.
Ketua KPU Minahasa Utara, Hendra Lumanauw, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan hari lahir bukan sekadar seremoni atau refleksi perjalanan panjang lembaga penyelenggara pemilu. Lebih dari itu, momentum ini harus dimaknai melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Lumanauw, suara rakyat bukan hanya sekadar angka dalam proses penghitungan suara, melainkan representasi kedaulatan rakyat yang wajib dihormati, dilindungi, dan dipertanggungjawabkan.
“Mengawal suara rakyat berarti memastikan setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dilaksanakan sesuai ketentuan, dengan menjunjung tinggi profesionalitas, transparansi, independensi, dan akuntabilitas,” ungkap Lumanauw.
Ia menjelaskan, penyerahan santunan kepada anak-anak panti asuhan merupakan wujud kepedulian terhadap generasi bangsa, sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan membangun solidaritas antarsesama.
Lumanauw berharap nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus melekat dalam setiap pelaksanaan tugas serta pengabdian seluruh jajaran KPU, baik dalam menjalankan fungsi kelembagaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, komisioner dua periode itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, menjaga integritas, meningkatkan profesionalitas, serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Melalui peringatan HUT ke-73 ini, KPU Minahasa Utara menegaskan bahwa menjaga demokrasi tidak hanya berbicara tentang proses dan tahapan pemilu, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial, kepedulian, serta komitmen membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.(*Red)


