
CAHAYASIANG.ID, Tomohon – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan sektor peternakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, ke peternakan ayam petelur Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon, Senin (19/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Haposan didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkarnain, serta Kepala LPKA Tomohon, Novian Endus Santoso, bersama jajaran terkait. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi peternakan, proses pemeliharaan ayam, pengelolaan kandang, serta perkembangan produktivitas peternakan yang dikelola LPKA Tomohon.
Adapun peternakan ayam petelur di LPKA Kelas II Tomohon itu, menunjukkan hasil produktif dengan capaian produksi sekitar 620 butir telur per hari. Capaian ini menjadi salah satu wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan yang terus didorong oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Produktivitas tersebut mencerminkan potensi pengembangan sektor peternakan dalam mendukung ketersediaan pangan, pengelolaan yang terarah, pemeliharaan ayam secara konsisten, serta perhatian terhadap kondisi kandang dan kesehatan ternak menjadi faktor penting dalam menjaga hasil produksi tetap optimal.
Haposan pun mengatakan akan pentingnya pengembangan potensi yang dimiliki setiap UPT untuk mendukung ketahanan pangan. “Produksi sekitar 620 butir telur per hari merupakan potensi yang perlu dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan. Kami mendorong agar pengelolaan peternakan dilakukan secara optimal sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pemasyarakatan,” ucapnya.
Ditegaskan Haposan, pengembangan peternakan merupakan salah satu langkah konkret untuk mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya yang optimal.
“Kami mendorong setiap UPT Pemasyarakatan untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki, termasuk sektor peternakan, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan yang produktif, terencana, dan berkelanjutan,” sebutnya.
Capaian produksi peternakan ayam petelur LPKA Tomohon ini diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui pengelolaan yang konsisten serta evaluasi berkala.
Melalui peninjauan ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara berharap pengelolaan peternakan ayam petelur di LPKA Tomohon semakin optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pemasyarakatan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat kemandirian pangan serta mendorong pengembangan program produktif di seluruh UPT Pemasyarakatan di Sulawesi Utara. (*/ak)



