
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kisah cinta Alfa (Mikha Tambayong) dan Darian (Kevin Ardilova) awalnya mungkin terlihat seperti pasangan muda pada umumnya, yang berakhir setelah dihantam badai konflik tak berkesudahan. Keputusan berpisah diambil sebagai jalan terbaik, meski terasa pahit.
Namun, siapa sangka, takdir punya rencana lain. Dorongan dari keluarga yang peduli membuat mereka kembali merenung, berpikir untuk rujuk dan memulai kembali.
Tapi, di sinilah drama sesungguhnya dimulai, karena untuk kembali bersama setelah talak tiga, ada syarat yang harus mereka penuhi: Alfa harus menikah dulu dengan pria lain.
Aturan ini membawa sosok Zainun (Ibrahim Risyad) ke dalam cerita mereka. Zainun hadir sebagai “suami sementara” untuk Alfa, sebuah pernikahan yang dilakukan demi memuluskan jalan Alfa kembali ke pelukan Darian.
Tetapi, rencana ini jauh dari kata mulus. Setelah pernikahan antara Alfa dan Zainun terjadi, Darian justru dilanda rasa cemburu dan posesif yang luar biasa.
Ia tak bisa diam saja, selalu ingin tahu dan ikut campur urusan Alfa, yang secara tidak langsung membuat situasi jadi semakin rumit. Darian tampaknya lupa, bahwa ia sendiri yang membuat drama ini terjadi.
Dari situ, perjalanan cinta mereka berubah menjadi petualangan yang penuh kejutan, tawa, dan air mata. Setiap langkah yang mereka ambil, setiap perdebatan yang terjadi, seolah membuka kembali luka lama yang belum sembuh.
Hubungan ketiganya menjadi roller coaster emosi yang tak terduga, di mana cinta, cemburu, dan dilema bercampur aduk. Film ini, yang disutradarai oleh Benni Setiawan dan diproduseri oleh Bambang Drias, berhasil menyajikan sebuah cerita yang tak hanya menghibur, tapi juga membuat penonton bertanya-tanya, apakah ada jalan keluar dari semua kerumitan ini?
EXECUTIVE PRODUCER, MOELDOKO: SEBUAH PROSES YANG TIDAK HANYA MENGHASILKAN KARYA
Selaku Executive Produser, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagaimana di unggah beliau pada akun Instagram miliknya, Jumat (26/9/2025), mengatakan, Perfilman Indonesia terus tumbuh dengan karya-karya membanggakan.
Kepala Staf Kepresidenan era Presiden Jokowi tersebut mengatakan, Film “Dilanjutkan Salah Disudahi Perih” menjadi bagian dari perjalanan itu, lahir dari semangat dan kreativitas sineas muda tanah air.
“Selaku Executive Producer, Saya menyaksikan langsung ketekunan dan komitmen tim dalam menceritakan cerita bermakna. Sebuah proses yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga energi positif bagi perkembangan perfilman nasional,” kata Peraih Bintang Adhi Makayasa Trisakti Wiratama 1981 kesatuan korps infanteri TNI AD.
“Mulai 25 September 2025 (kemarin), film ini hadir di bioskop seluruh Indonesia. Mari dukung karya anak bangsa dan bersama-sama kita hidupkan layar lebar Indonesia,” lanjut Panglima TNI Periode 2013 hingga 2015 ini. (Deon)






