
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Maraknya isu tawuran antar pelajar yang viral di media sosial dan meresahkan warga Kota Manado dalam beberapa hari terakhir, membuat dua sekolah kejuruan mengambil langkah tegas dan preventif. SMK Negeri 2 Manado dan SMK Negeri 6 Manado kompak memperkuat sinergi dengan kepolisian dan orang tua siswa.
Plt Kepala SMKN 2 Manado, Tinneke Lesar, S.Pd., M.Pd menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
“Marilah kita sama-sama, sekolah dan orang tua berkolaborasi untuk menjaga anak-anak kita agar senantiasa mereka tidak terpancing dengan suasana ini,” ujar Tineke, Senin (29/9/2026) saat ditemui media cahaya siang id di SMKN 2 Manado.
Tineke menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah sekitar dan berkolaborasi dengan Polsek Tikala dan Polresta Manado untuk memastikan siswa berangkat dan pulang dengan aman sampai rumah.
Ia juga mengajak masyarakat umum untuk turut mengawasi. Jika menemukan pelajar yang masih berkeliaran di jam pulang sekolah, diminta untuk mengarahkan mereka segera pulang.
Senada dikatakan Kepala SMKN 6 Manado, Altje Salele,S.Pd., M.Pd. ia menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menangani siswa yang terlibat tawuran.
“Apabila mereka kedapatan ikut tawuran tentu akan dikembalikan ke orang tua. Atau kalau mereka sudah melakukan kriminal, ada yang berwajib karena kita sudah MOU dengan Polsek Wanea,” tegas Altje saat diwawancarai di ruang kerjanya. Selasa (30/9/2026).
Ia menjelaskan, sejak kejadian pada 7 Agustus lalu, Polsek Wanea setiap hari mengutus personelnya untuk memantau keamanan di lingkungan sekolah. Koordinasi dengan orang tua juga diperkuat melalui rapat dan grup WhatsApp wali kelas.
Bahkan, sekolah memberikan kelonggaran belajar daring bagi siswa yang orang tuanya khawatir, dengan syarat orang tua wajib memastikan anak tidak keluar rumah pada jam belajar.
Sebagai edukasi, SMKN 6 juga memasang baliho besar bertuliskan “Tawuran Bukan Solusi” yang berisi 4 peringatan keras: bisa berurusan dengan hukum, menyebabkan luka hingga kematian, merusak pendidikan dan masa depan, serta melukai keluarga.
“Jadi pilih jo damai dan raih prestasi, jangan rusak masa depan hanya karena emosi sesaat,” pungkas Altje.
Dengan dua langkah konkret ini, baik SMKN 2 Manado dengan pendekatan kolaboratif, dan SMKN 6 dengan penindakan tegas, diharapkan situasi pendidikan di Manado kembali kondusif dan isu tawuran yang meresahkan orang tua dapat segera mereda. (*Red)


