
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) kabupaten minahasa selatan kembali menuai berbagai sorotan miring terkait dugaan pengunaan anggaran puluhan milyar dana pilkada yang tidak jelas penggunaannya.
Selain menghabisi puluhan milyar anggaran pilkada, bawaslu minsel juga diduga mini kegiatan sosialisasi tahapan pilkada.
Pasalnya, menurut berbagai sumber, dimana sampai pada hari pencoblosan suara, kantor bawaslu minahasa selatan terlihat adem ayem.
Lembaga yang dikenal memiliki slogan yang humanis “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakan Keadilan Pemilu” ternyata tdk luput dari bayang-bayang ketidakadilan itu sendiri.
Dugaan puluhan milyard anggaran dana pilkada yang mengalir ke bawaslu dan diswakelola ini pun akhirnya menjadi batu sandungan bagi lembaga ini.
“Ini pilkada sampe so selesai, tu kegiatan dibawaslu deng mo dengar saja nda pernah ada. Apalagi mo bikin”. Ujar warga yang minta namanya tidak dipublis.
Coba hitung, berapa lama tu tahapan pilkada pasca pilcaleg dan pilpres. Tarulah enam bulan. Tapi kenapa torang tidak pernah dengar kalau bawaslu bikin kegiatan. Katanya.
” Kalau pun ada, tolong beberkan dan jelaskan kepada masyarakat berapa kali bawaslu bikin sosialisasi tahapan pilkada hingga pencoblosan”. Ucapnya.
Hal senada juga disampaikan salah satu tokoh muda yang dikenal sangat familyar dimasyarakat. Menurutnya, “Jika bawaslu ingin dibilang kerja sesuai tugas dan fungsinya, maka satu hal yang wajib bawaslu lakuakan yaitu dengan menyampikan secara terbuka kemasyarakat soal sejauh mana kegiatan yang sudah dilaksankan hingga pencoblosan”. Ujarnya sambil meminta namanya tidak dipublis.
Termasuk yang paling urgen yakni soal seberapa banyak penanganan kasus pelanggaran pilkada yang diselesaikan, hingga berapa besar total penggunaan anggaran pilkada. Jelasnya.
Ini penting. Karna selain ini menyangkut hak rakyat. Konstitusi kita telah memberikan kewenangan yang sangat luas kepada bawaslu terkait soal pengawasan pemilu. Tutupnya. (R)






