CAHAYASIANG.ID, Manado – Dengan memukul-mukul tetengkoren (kentungan bambut) secara bersama-sama, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, Direktur Urusan Agama Katolik, Aloma Sarumaha, serta sejumlah pejabat dan tokoh agama lainnya, secara resmi membuka kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Daerah Pertama Tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2025, pada Selasa (18/11/2025) malam tadi, di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut.
Pada kesempatan itu pula. saat Gubernur Yulius memberikan sambutan, dengan tegas menerima “tantangan” agar Sulut dapat menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Pesparani Katolik Nasional tahun 2027 nanti. “Sulut siap menjadi tuan rumah Pesparani Katolik ke-4. Siap menjadi tuan rumah yang baik. Saya orangnya mau ditantang,” ucap Yulius, menjawab tantangan dari Sekretaris Umum (Sekum) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN), Salman Habeahan.

Terkait tantangan tersebut, Yulius pun berujar agar semua pihak terkait siap menjawab tantangan tersebut. “Pak Wagub, Kepala-Kepala Dinas harus siap semua,” tuturnya.
Berkaitan dengan kegiatan, Yulius merasa karena menurutnya ini merupakan kegiatan Pesparani Katolik Daerah pertama yang digelar di Sulut. “Saat berkunjung ke Keuskupan, disampaikan akan ada Pesparani di Sulut yang pertama. Saya bilang saya datang, saya akan datang di pembukaan acara itu,” ujarnya.
Lanjut Yulius, sebagai pemerintah daerah menyampaikan terima kasih bahwa semua pihak saling menghargai, saling mendukung satu sama lainnya. “Kami di Sulut bisa menjadi rumah bersama, torang samua basudara,” tuturnya.
Tampak hadir dalam kegiatan ini Kakanwil Kemenag Sulut Dr. Drs HUlyas Taha MPd, Kasdam Merdeka, serta seluruh jajaran pemerintah daerah dan perwakilan LP3KD Kabupaten/Kota di Sulut. (ak)





