“Kalau kita tidak mau menceritakan kebenaran, sebenarnya kita sudah jatuh ke dalam dosa. Seperti yang terjadi di Taman Eden, di mana Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, karena tidak mau menceritakan kebenaran,” tukasnya sembari menambahkan bahwa Allah telah mengirim Tuhan Yesus untuk mendamaikan hubungan antara manusia dengan Tuhan.
Olly juga mengingatkan para pelsus untuk sama-sama menjaga keutuhan organisasi GMIM.
“Jaga kelembagaan, tidak mementingkan kepentingan pribadi. Pelsus dan Pendeta harus jaga organisasi GMIM dengan baik. Bagaimana GMIM sudah berjalan dengan track yang ditentukan. Bahkan menjaga kerja sama yang baik antara pemerintah dan gereja,” ujarnya.
Kalau kembali direfleksi, menurut Olly, para Pendeta dan Guru Agama sebagai pembawa firman dan saluran berkat bagi jemaat di lingkup GMIM, maka ini menjadi tugas bersama, sehingga GMIM menjadi tonggak penjaga di pintu gerbang Asia Pasifik.
“Apalagi kerja sama dengan gereja di luar negeri saat ini, sudah mulai berdampak positif,” sebutnya.
Khusus untuk pembangunan Christian Center, Olly juga menyampaikan akan kembali dilanjutkan, setelah adanya kucuran bantuan dari pusat.
“Pembangunan Christian Center dengan dana Rp160 Miliar, kembali akan dilanjutkan, karena tidak mungkin berharap APBD, karena anggaran memang defisit. Tetapi ada mujizat, karena Menkeu memberikan kucuran dana sehingga pekerjaan dapat dilakukan,” katanya.
Di akhir arahannya, Olly mengajak pemimpin umat untuk saling mendukung program agar dapat dijalankan.

“Untuk terus bersinergi dan bergotong royong membangun Bumi Nyiur Melambai,” pungkas Olly. (***)






