
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Gubernur Prof DR (Hc) Olly Dondokambey,SE menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi (Rakorev) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulut triwulan III bertempat di Aryaduta Manado, Senin (25/11/2024).
Pada kesempatan tersebut Gubernur Olly mengatakan Bupati dan Wali Kota harus lebih kreatif. Lihat peluang apa yang bisa dilakukan untuk mendorong pertumbuhan pembangunan daerah.

“Sejumlah indikator kinerja pembangunan Sulawesi Utara. Mulai dari Pertumbuhan Ekonomi (PE) tahun 2023 sebesar 5,48 persen. Angka ini di atas angka nasional. Ada lima daerah yang angka PE-nya lebih tinggi dari provinsi, yakni Manado, Bitung, Bolmong, Minahasa dan Minsel,” terang Gubernur Olly.
Lanjut Gubernur Sulut dua periode tersebut Selanjutnya, untuk tingkat kemiskinan di Sulawesi Utara di angka 7,38 persen. Adapun angka miskin ekstrem hanya 0,56 persen.
“Miskin ekstrem ini yang butuh intervensi khusus karena mereka tidak punya penghasilan, tidak punya rumah. Sejalan dengan itu, tingkat pengangguran terbuka 6,1 persen. Adapun Gini Ratio sebesar 0,37. Untuk IPM kita, lumayan karena 75,04 persen,” ujar Olly.

Gubernur Olly membeberkan bahwa angka tersebut menjadi indikator bagi kepala daerah untuk memacu pembangunan ke depan.
“Kita bersyukur, sejak Covid-19 kita tumbuh cepat. Tahun 2021, Sulut satu-satunya provinsi yang catat pertumbuhan,” ucapnya.
Untuk itu, Gubernur Olly berpesan kepada semua bupati/wali kota, baik yang definitif maupun penjabat agar kerja ikhlas.

“Jangan berpikir, hanya penjabat tidak maksimal. Justru peran Anda penting untuk meletakkan dasar bagi program tahun 2025,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, Elvira Katuuk, mengatakan rakorev itu merupakan penjabaran implementasi tugas gubernur sebagai wakil pemerintah pusat.
“Rakor ini menyelaraskan pembangunan Pemprov Sulut dan kabupaten/kota. Selain itu mengevaluasi, menjamin, dan memastikan progres pembangunan sesuai RPJMD dan RKPD 2024” pungkasnya. (*FL)





