CAHAYASIANG.ID, Manado – Ketua Kwartir Daerah Sulawesi Utara (Kakwarda Sulut) terpilih, Kak Grevo Gerung, menyambut baik digitalisasi Gerakan Pramuka melalui aplilasi Ayo Pramuka, terutama soal pembuatan dan penggunaan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka.
Aplikasi ini menurutnya sangat bermanfaat dan tepat diera yang mengedepankan teknologi yang efektif dan efisien. Selain itu, aplikasi Ayo Pramuka bisa memastikan sistem kaderisasi dan data base keanggotaan pramuka
Hal itu diutarakannya saat menerima tim Ayo Pramuka Kwartir Nasional (Kwarnas) di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, disela-sela kesibukan Grevo selaku salah satu tim ahli gubernur Julius Selvanus.

Menurutnya, penjelasan yang disampaikan tentang aplikasi Ayo Pramuka juga menjawab berbagai persoalan yang belakangan muncul, terlebih khusus soal biaya pengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerakan Pramuka.
“Beberapa Kwarcab mempertanyakan biaya pengurusan KTA yang ternyata telah ditetapkan Kwarnas hanya sebesar lima belas ribu (Rp. 15.000), tidak lebih dari itu,” ucapnya.
Perlu diketahui, biaya tersebut nanti akan dibagi secara proporsional ke Gugus Depan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Kwartir Daerah dan Kwartir Nasional. “Jadi, biaya yang dibayarkan akan juga dikembalikan ke masing-masing satuan. Jika ada Gudep, Kwarcab, Kwarda yang meminta lebih dari itu, silahkan disampaikan kepada kami,” tandasnya.
Ia pun meminta agar informasi yang benar terkait pengurusan KTA Gerakan Pramuka, dapat cepat disebarluaskan, mulai dari tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab), hingga ke tingkat Gugus Depan (Gudep) di setiap sekolah di Sulawesi Utara.
Grevo yang saat pertemuan tersebut didampingi oleh sejumlah purna Dewan Kerja, akan segera memfasilitasi tugas tim Ayo Pramuka di Sulawesi Utara. Salah satu tindak lanjut adalah akan segera menerbitkan surat edaran ke setiap Kwarcab untuk menunjang ruang gerak tim Ayo Pramuka.
Sehubungan dengan itu, Grevo berharap dukungan semua pihak dalam pendataan anggota Pramuka melalui KTA. Keberadaan tim Kwarnas Ayo Pramuka yang sejak bulan Februari sudah berada di Sulut adalah untuk membantu input data KTA. Lebih khusus lagi mempercepat pendataan anggota Pramuka yang akan mengikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur, Jakarta pada bulan Agustus nanti.
“Ini penting dan harus segera dilaksanakan. Apalagi ada benefit berupa pembagian secara proporsional biaya KTA yang didapatkan oleh pihak Gudep hingga Kwartir dari pendataan anggota Pramuka melalui Ayo Pramuka,” tuturnya.
Namun yang terpenting pada saat ini, harapan Grevo kepada tim Ayo Pramuka, dapat memfasilitasi pengurusan KTA dengan memprioritaskan peserta yang termasuk dalam kontingen Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka yakni kontingen Kwarcab serta Kwarda.
Ketua Kwarda Sulut periode 2026-2031 ini pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperkuat Gerakan Pramuka guna mempersiapkan kader pemimpin di tahun emas 2045. (ak)






