
CAHAYASIANG.ID, TOMOHON- Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DisDikBud), secara tidak langsung telah menghadirkan panggung penyaluran bakat bernyanyi bagi Anak Indonesia di Kota Tomohon.
Dirikan Pondok Budaya di Pasar Extrim untuk menarik wisatawan lewat suguhan lagu daerah yang diiringi musik Kolintang, tak dinyana bermunculan anak-anak belia yang tertarik untuk menyanyikan lagu-lagu daerah Minahasa. Beberapa diantaranya, seperti Kheyla Christy Wongkar, Jose Sulu dan Chelsie Genovida. Para penyanyi belia ini terbilang “langka”.
Pasalnya, di era digital dimana anak-anak umumnya sudah dimanipulasi oleh trend “serba gaul”, merasa risih bahkan malu menyanyi lagu daerah yang dicap kampungan dan konyol. Lalu apa yang membuat para anak “langka” ini justru bersemangat bermusik daerah.
“Minahasa suku kebanggaanku. Senang bisa menyanyi lagu Minahasa diiringi musik Kolintang, musiknya orang Minahasa,” ungkap Kheyla Cristy Wongkar. Atas harapannya agar banyak Anak lain yang mencintai Musik Daerah Minahasa, putri tercinta dari Pendeta Meity Ch. Ratar, STh ini punya usulan.
“Usul pada pak Walikota, kalau boleh bikin lomba menyanyi antar sekolah di iringi musik Kolintang,” ucap Keyla. Diluar harapan ini, DisdikBud Tomohon punya komitmen mengajak orang muda untuk ikut melestarikan Musik Daerah. “Melalui kegiatan ini, kita akan mengajak generasi muda untuk mencintai dan ikut melestarikan Seni Budaya Daerah,” ungkap Kabid Kebudayaan DisDikBud Tomohon Ferry Darosa, M.Pd. (JJW)





