(CAHAYA SIANG.ID) MINUT – Pemerintah Desa Kaasar Kecamatan Kauditan menggelar ritual Ator Kampung Dumia Wanua dan syukuran pesta rakyat Sabtu, (05/11/2022). Acara ini dilaksanakan menyusul dimulainya pemerintahan desa Kaasar yang dipimpin oleh Hukum Tua Donny Dumais ST.

Menurut Ketua BPD Mercy Sigarlaki, ator kampung ini dipimpin bersama oleh Ketua Lembaga Adat Wanua Kaasar Fredrik Sigarlaki, Ketua BPD Mercy Sigarlaki, dan Hukum Tua Donny Dumais ST, dibantu tokoh masyarakat perangkat desa yang berjumlah 12 orang.
“Ada tiga tumbuhan yang dibawa dalam prosesi ator kampung ini, yaitu: Tawaang Keles untuk waya lewo menjauhkan dari malapetaka dan bencana yang sewaktu waktu dapat terjadi di desa. Tawaang Wene yang melambangkan kesuburan meminta tanah dan tumbuhan diberkati sehingga menghasilkan hasil bumi yang berlimpah. Sementara Saketa melambangkan kesehatan dimana warga meminta kepada Opo Empung untuk memberikan kesehatan yang tetap kepada pemimpin dan juga warga masyarakat,” terang Sigarlaki.

Lanjut dijelaskan ASN Dinas Pariwisata Minut ini, Ke-12 orang yang dipercayakan menggelar ator kampung ini berjalan dari sela tua yaitu situs tertua dikampung kemudian dilanjutkan di sela-sela(sudut-sudut) Wanua. Mereka berjalan diikuti warga dan menancapkan ke-tiga macam tumbuhan sambil memanjatkan doa kepada Opo Empung Tuhan yang maha kuasa agar dilindungi dari malapetaka dan bencana, diberkati dengan hasil bumi yang melimpah dan senantiasa diberikan kesehatan yang tetap dalam melaksanakan tugas tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Ator kampung diakhiri di Wale(rumah) Hukum Tua Keluarga Dumais-Kaligis dan mendirikan tiang bendera sebagai simbol menjunjung tinggi pemerintahan kabupaten, provinsi maupun Republik Indonesia.
Pada sore harinya, digelar syukuran pesta rakyat dengan mengundang seluruh masyarakat Camat Kauditan dan Pemkab Minut yang diwakili ileh Asisten Dua Kesra Drs. Alan Mingkid.
Dalam sambutan mewakili Bupati Joune Ganda Drs Alan Mingkid mengatakan, “Potensi harus diangkat dan diberdayakan menjadikan desa wisata untuk meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Di Minut juga akan dilaksanakan Harmoni Award dimana kerukunan umat beragama menjadi barometer penilaian,” tukas Mingkid.

Hukum Tua Donny Dumais mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan yang berkenan memberikan anugerah jabatan Hukum Tua Desa Kaasar,
“Ini adalah amanah Tuhan melalui warga desa, kiranya Tuhan melengkapi saya dengan hikmat untuk memimpin Desa Kaasar dengan baik. Saya mohon dukungan dan kerja sama dari semua pihak yang ada di desa. Saat ini saya adalah milik semua, dan semua rakyat Desa Kaasar adalah milik saya,” tukas Dumais.
Ditambahkan, sebelumnya telah dilaksanakan Dumia Wanua, yang merupakan kearifan lokal bukan praktek penyembahan berhala.
“Ini doa yang disampaikan untuk Opo Wananatas bukan opo di darat,” ujar Dumais disambut tawa dari warga.
Ibadah syukur pesta rakyat pelantikan hukum tua ini dipimpin oleh BKSAUA yang diwakili oleh Ketua Jemaat GMIM Trifena Pdt Venny Lala Lumi S.Th yang mengambil tema khotbah, “Ketaatan menentukan janjiNya digenapi”
Sementara doa dipimpin tokoh agama lainnya. Pesta rakyat ini dimeriahkan tarian Kabasaran dan Tari Liliroyor yang nantinya akan tampil di film Lokananta. (Rub)






