
CAHAYASIANG.ID, Manado – Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) yang terletak di belakang Puskesmas Paniki, Kelurahan Paniki, kini dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Meskipun sudah dibangun pada tahun 2019, gedung ini belum pernah digunakan dan kini terbengkalai. Keadaan bangunan yang kotor dan rusak jelas mencerminkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi aset berharga bagi masyarakat.

Ketika dimintai keterangan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr. Steavan Dandel, memberikan penjelasan mengenai situasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ini dimulai tanpa adanya dokumen perencanaan yang memadai dan beberapa pelaksanaannya tidak tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Masalah dengan kontraktor juga menjadi salah satu penyebab keterlambatan dan ketidakselesaian proyek. “Tim kami saat ini sedang meneliti studi kelayakan proyek tersebut. Meskipun awalnya direncanakan sebagai Rumah Sakit Ibu dan Anak, kondisi topografi di lokasi ini ternyata tidak mendukung untuk mendirikan RS Bersalin,” Jelas Kepala Dinas Kesehatan. Selasa(13/8/224)

Saat ini, Dinkes sedang mengumpulkan data dari studi yang ada dan menunggu kepastian hukum terkait masalah kontraktor sebelum mengambil keputusan selanjutnya. Sementara itu, masyarakat setempat merasa kecewa dan khawatir dengan kondisi gedung yang terbengkalai ini.
Walikota Manado dapat memperhatikan bangunan ini, sebab sudah sangat lama gedung ini terbengkalai. “Ungkap salah satu warga usai membawa cucunya berobat di puskesmas Paniki. Mereka berharap agar Walikota Manado, Andrei Angouw, segera mengambil langkah-langkah perbaikan untuk mengatasi masalah ini.

Keberadaan gedung yang tidak terpakai dalam kondisi memprihatinkan seperti ini tentunya memerlukan perhatian serius agar tidak menambah kesulitan dalam layanan kesehatan di daerah tersebut. Sementara, Dr. Ivan Sumenda, mantan Kadis Kesehatan kota manado tidak mau merespon saat dikonfirmasi melalui WhatsApp(*Ivan)






