
CAHAYASIANG.ID, Minahasa Utara – Hari Asuransi Nasional yang ke-20, diperingati PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero dengan menggandeng Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama PT Reasuransi Nasional Indonesia (NasionalRe), melalui rangkaian kegiatan yang dilakukan di beberapa kota di Indonesia.
Pada tahun 2026 ini, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dipercayakan DAI sebagai Pelaksana Hari Asuransi 2026, dengan Cicilia Nina Triana sebagai ketua panitia. Pada pelaksanaan kegiatan di wilayah Sulawesi Utara, bersama PT PNM Persero Cabang Manado, kegiatan literasi berlangsung di The Sentra Hotel Minahasa Utara, pada Jumat (23/10/2026).
Cicilia menyebut pelaksanaan yang tetap mengusung tema “Literasi Asuransi Untuk Negeri” dan mengangkat sub tema “Pahami – Miliki – Lindungi”, diangkat oleh DAI untuk Hari Asuransi 2026
“Ini merupakan komitmen bersama seluruh asosiasi perasuransian untuk berupaya terus meningkatkan Literasi kepada masyarakat dengan cara memahami asuransi melalui pemberian memberikan edukasi, serta mengajak masyarakat untuk memiliki produk asuransi, dan merasakan manfaat perlindungan dari berasuransi,” sebutnya.
Lanjut Cecilia, hasil Laporan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 menunjukkan, tingkat literasi sektor perasuransian tercatat sebesar 42,84 persen, sementara tingkat inklusinya mencapai 29,55 persen. Dibandingkan dengan SNLIK 2025, tingkat inklusi perasuransian mengalami peningkatan dari 28,50 persen, meskipun tingkat literasinya mengalami penyesuaian dari sebelumnya 45,45 persen.
Kondisi tersebut menurutnya, menunjukkan masih ada ruang yang besar untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap manfaat, karakteristik, serta produk dan layanan asuransi, sekaligus mendorong pemahaman tersebut menjadi penggunaan produk asuransi yang lebih luas.
“Untuk itu, melalui momentum Hari Asuransi dimana seluruh industri perasuransian bersama-sama memperkuat komitmen membangun dan meningkatkan budaya literasi Asuransi di Indonesia,” ucap Cecilia.
Dengan upaya terus hadirnya literasi edukasi melalui berbagi momen dan media kepada masyarakat seperti yang diselenggarakan pada hari ini, diharapkan dapat mengurangi rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya berasuransi, serta dapat meningkatkan Inklusi asuransi, yang merupakan salah satu tantangan besar bagi industri perasuransian.
Cicilia pun menyatakan komitmennya untuk melaksanakan rangkaian literasi dan inklusi asuransi bagi pelaku UMKM bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani, sebagai bentuk apresiasi atas peran UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Selain digelar di 7 kota di Indonesia, dilangsungkan juga acara Konferensi Pers Hari Asuransi, Literasi kepada Media dan Kegiatan Literasi Asuransi kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Melalui program ini, panitia optimis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berasuransi guna menciptakan kestabilan dan perlindungan dari berbagai risiko di masa depan,” kata Cecilia.

Melek Asuransi Serta Potensi Industri Asuransi di Sulut
Sementara, perwakilan PT Reasuransi Nasional Indonesia (NasionalRe), Donny Trihardono, menyebut bahwa fokus utama kegiatan edukasi kali ini ditujukan kepada para ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya para nasabah dari PNM.
Pemilihan kaum perempuan atau ibu-ibu bukan tanpa alasan; mereka dinilai sebagai pionir dan pengelola keuangan utama dalam keluarga. “Melalui edukasi kepada para ibu, diharapkan pemahaman mengenai pentingnya proteksi finansial dapat tertanam dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota keluarga,” terangnya.
Rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia—yang saat ini masih berada di kisaran 5 hingga 10 persen— menjadi tantangan terbesar industri jasa keuangan. Menurut Donny, faktor utama penyebab hal tersebut adalah masih minimnya literasi atau kesadaran masyarakat mengenai mekanisme serta manfaat asuransi.
“Lewat sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk lebih melek asuransi serta memahami bahwa produk perlindungan kini sangat terjangkau dengan premi yang ramah di kantong,” ucapnya.
Lanjut Donny, perlindungan yang ditawarkan pun mencakup berbagai lini, mulai dari asuransi jiwa hingga asuransi kerugian seperti perlindungan aset dan tempat tinggal dari risiko kebakaran, Sebagai bagian dari ekosistem perlindungan tersebut, perusahaan reasuransi turut memegang peran penting di balik layar.
“Melihat potensi wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, dimana pertumbuhan ekonomi yang pesat, pembangunan infrastruktur, hingga geliat sektor pariwisata, memberikan peluang besar bagi industri asuransi untuk hadir memberikan jaminan perlindungan, baik bagi masyarakat umum maupun program-program strategis pemerintah,” tutur Donny. (ak)


