CAHAYASIANG.ID, Manado – Akademisi Tata Kepemiluan Ferry Daud Liando menjadi Narasumber di acara FGD “Manajemen Risiko Distribusi Logistik Pemilu” yang digelar oleh KPU Sulawesi Utara (Sulut), di Hotel Four Points, Selasa (5/12/2023).

Pada kesempatan itu, Dirinya menekankan, Manajemen logistik pemilu tidak hanya berkaitan dengan urusan teknis, namun berdampak pada kedaulatan rakyat atau hak politik pemilih.
Menurut Penjelasannya, Manajemen logistik yang buruk menyebabkan sebagian pemilih tidak akan sempat memilih, karena kehabisan surat suara di tempat pemungutan suara (TPS).
“Baginya jika pemilih tidak dapat lagi memilih karena kehabisan surat suara, berarti penyelenggara telah menghilangkan hak-hak politik warga negara dan akan otomatis membatalkan kedaulatan warga negara dalam memilih. Padahal pemilu itu merupakan sarana kedaulatan rakyat,” kata Ferry Daud Liando.
Diapun melihat, Memang ada kebijakan KPU, jika dalam satu TPS kehabisan surat suara yakni bisa memilih di TPS lain.
Ia juga berpandangan, Namun dalam banyak pengalaman TPS lain juga tidak memiliki jumlah surat suara lebih.
“Selain menghilangkan hak politik warga negara, manajemen logistik yang buruk dapat menyebabkan pula munculnya kecurangan baik yang dilakukan oleh pemilih atau petugas di TPS,” ujar Ferry Daud Liando.
Selain itu, Dosen Fispol Unsrat ini Menuturkan, Akan ada pemilih yang berpotensi mencoblos dua kali, di dua TPS karena tinta penanda sudah mencoblos dapat dengan mudah terhapus sekejap, karena kualitas tinta yang buruk.
“Surat suara sisa yang tidak terpakai akibat jumlah yang terdistribusi di TPS tidak sesuai dengan jumlah pemilih, berpotensi disalahgunakan oleh petugas TPS dengan cara di coblos sendiri,” beber Ferry Daud Liando.
Kembali mengingatkan, Personel Pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) menyebutkan, Manajemen logistik yang buruk juga berpotensi terjadi pemungutan suara ulang atau PSU.
“Jika logistik terlambat di distribusi ke TPS, tidak sesuai dengan waktu yang dianjurkan, maka Bawaslu dapat merekomendasikan untuk di lakukan PSU. Namun demikian partisipasi pemilih pada PSU sangat rendah,” urai Ferry Daud Liando.
#FerryLiando
#KPUSulut
#FGD






