
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Gelaran Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) 2025 resmi ditutup pada Sabtu (15/11/2025) malam dalam suasana semarak dan penuh antusiasme masyarakat. Bertempat di Pelabuhan Tua Tahuna, penutupan festival berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan kehadiran sejumlah pejabat penting dari Kabupaten Kepulauan Sangihe maupun tamu dari luar daerah.
Acara yang dimulai pukul 17.00 WITA ini dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE., MM, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari. Hadir pula Wakil Walikota Bitung, Randi Tomaringka, Sekda Sangihe Melancthon Harry Wollf, Kalapas Tahuna Iskandar Djamil, serta unsur Forkopimda di antaranya Komandan Lanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr.Hanla., CRMP, para pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat umum.
Rangkaian Acara Penuh Apresiasi Seni
Sejak sore, panggung utama dipenuhi berbagai suguhan seni mulai dari penampilan Joy Pakpahan, para juara lomba Masamper kategori pria dan wanita, juara menyanyi solo FL3SN, juara Hadra, hingga penampilan musik bambu. Beragam performa ini menjadi bukti kekayaan budaya Sangihe yang terus hidup dan berkembang.

Panitia melalui Asisten III, Ibu Vebbe Adriani Bawole, S.Sos., turut memberikan laporan pelaksanaan kegiatan sebelum dilanjutkan dengan sambutan Wakil Walikota Bitung. Penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba juga menjadi momen yang paling ditunggu para peserta dan penonton.
Bupati Sangihe: Budaya Adalah Kekuatan Ekonomi dan Sosial Kita
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan festival yang berjalan lancar selama sembilan hari.
“Puji syukur kepada Tuhan, malam ini cuaca sangat mendukung. Antusiasme masyarakat sungguh luar biasa. Dalam satu minggu terakhir, wajah Kota Tahuna berubah dari gelap menjadi terang, dari sepi menjadi ramai,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa modernisasi tidak menghapus tradisi, tetapi justru menguatkan budaya ketika dikelola dengan bijak sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Ia juga memberikan apresiasi besar kepada seluruh panitia, komunitas seni, relawan, jajaran keamanan termasuk TNI-Polri serta sponsor yang telah mendukung penyelenggaraan FSBS 2025. Tak lupa, ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bitung yang hadir langsung dalam penutupan festival.
“Dengan penuh rasa syukur, saya menyatakan bahwa Festival Seni Budaya Sangihe tahun 2025 resmi ditutup,” tegas Bupati.
Penutup Meriah dan Pesta Rakyat
Penutupan semakin meriah dengan penampilan solo Gloretha Henoc, persembahan Ampat Wayer, hingga special performance Theme Song FSBS 2025. Suasana kegembiraan masyarakat memuncak saat acara dilanjutkan dengan Pesta Rakyat yang menjadi momentum kebersamaan seluruh warga Sangihe.
Festival ini kembali membuktikan bahwa Sangihe bukan hanya kaya akan budaya, tetapi juga memiliki semangat persatuan yang kuat melalui ruang kreatif dan hiburan bagi masyarakat. (*Anto)





