
CAHAYASIANG.ID, Minahasa Utara — Upaya peningkatan pengelolaan lingkungan di Desa Wisata Darunu memasuki tahap baru dengan rampungnya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Plastik yang dilaksanakan sejak 22 November hingga 7 Desember 2025. Pembangunan ini menjadi bagian penting dari program Pengabdian Mandiri dengan Penerapan IPTEK kepada Masyarakat yang digagas oleh Tim Akademisi Politeknik Negeri Manado (Polimdo).
Program tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Debby Willar, ST., M.Eng.Sc, yang menegaskan bahwa tujuan utama program tidak hanya sekadar menghadirkan sarana fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bangunan, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi pengolahan sampah secara mandiri,” ujar Prof. Debby.
Tim akademisi yang terlibat dalam program ini terdiri dari Novatus Senduk, ST., MT; Ir. Stefani Switly Peginusa, S.ST., M.T.; Estrellita V. Y. Waney, ST., M.Eng.Mgmt; Deyke J. F. Mandang, ST., MM; dan Dewi Astuti Baco, S.T., M.T. Selama program berjalan, mereka memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat, mulai dari pengenalan teknologi pengolahan sampah, manajemen lingkungan, hingga strategi pemanfaatan limbah plastik untuk kegiatan produktif.

Fasilitas pengolahan sampah ini hadir di tengah meningkatnya aktivitas pariwisata di Desa Wisata Darunu yang ikut mendorong bertambahnya volume limbah, khususnya plastik. Dengan adanya teknologi tepat guna, masyarakat kini memiliki sarana untuk mengolah sampah menjadi bahan bermanfaat sekaligus memperkuat konsep desa wisata berkelanjutan.
Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga membawa perubahan pola pikir masyarakat. Melalui pendampingan intensif, warga mulai memahami bahwa limbah plastik dapat memiliki nilai ekonomi bila dikelola dengan tepat. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Kepala Desa Darunu, Ruddy Jacobus, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada tim Polimdo atas kontribusi mereka dalam memperkuat fondasi pembangunan desa.
“Terima kasih kepada tim Politeknik Negeri Manado. Program ini sangat berarti bagi kami sebagai desa wisata binaan. Ini langkah besar menuju desa yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Desa Wisata Darunu diproyeksikan menjadi contoh sukses penerapan IPTEK di tingkat desa sekaligus model kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang efektif serta pariwisata yang ramah lingkungan.(*RS)





