Erick Thohir menegaskan sepakbola Indonesia akan terus berbenah menuju perbaikan di semua sektor setelah mendapat sanksi ringan dari FIFA.
“Saya sudah berusaha maksimal saat bertemu dengan FIFA. Dengan sanksi ini, kita masih terus melanjutkan program transformasi sepakbola bersama FIFA,” tuturnya.
Lanjut Erick Thohir, Dengan sanksi ini, kita tidak dikasih kartu merah, tapi kartu kuning sehingga kita bisa bermain dan berkompetisi di SEA Games pada akhir bulan ini.
3. Erick Thohir bahas peta biru ke FIFA sesuai arahan Presiden Jokowi
Erick Thohir bahas peta biru ke FIFA sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo. Seperti diketahui, Menteri BUMN itu telah mendatangi FIFA sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi untuk melakukan negosiasi sekaligus mempresentasikan kepada FIFA soal blueprint transformasi sepakbola Indonesia.
Erick Thohir juga menjabarkan komitmen pemerintah Indonesia dalam merenovasi 22 stadium yang dapat dipakai untuk kegiatan tim nasional dan klub.
“Setelah saya menyampaikan pesan Presiden Jokowi, dan menjelaskan peta biru sepakbola kita, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI,” cetus Erick Thohir.
Sambung Erick Thohir, Hal itu akan di-review kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepakbola Indonesia.
4. Indonesia bisa main di sepakbola internasional
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Indonesia tidak mendapat sanksi berat dari FIFA usai batal menggelar Piala Dunia U-20 2023. Sebab itu, Indonesia dipastikan bisa main di sepakbola internasional.
Salah satunya, Timnas Indonesia U-22 bisa main di SEA Games 2023 setelah sempat diragukan bakal dicoret. Selain itu, Timnas Indonesia senior juga bisa bermain di FIFA Matchday Juni 2023 melawan Palestina hingga mentas di Piala Asia 2023 yang digelar pada awal 2024.
5. Indonesia hanya kena sanksi administrasi
Indonesia, dalam hal ini PSSI, hanya mendapat sanksi ringan, yakni administrasi berupa pembekuan dana dalam program FIFA Forward 3.0. Itu artinya, PSSI tidak akan mendapat suntikan dana operasional dari FIFA khusus untuk program tersebut.
“Setelah saya menyampaikan pesan Presiden Jokowi, dan menjelaskan cetak biru sepakbola kita, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI,” ungkap Erick Thohir, mengutip dari laman resmi PSSI.
“Hal itu akan di-review kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepakbola Indonesia,” sambungnya. (*/Dego)






