CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014, Roni Bahroni memberikan dukungan moril kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang memperjuangkan dengan cara melakukan PK atas haknya di MA, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat berdasarkan KLB Deli Serdang.

Pendiri Partai Demokrat di Pandeglang Jawa Barat itu mengatakan, Moeldoko merupakan tokoh yang dicalonkan oleh para pendiri partai, bukan merampok partai berlambang Mercy tersebut.
“Kami mendukung Moeldoko untuk mengambil alih Partai Demokrat. Sebab, hal itu bukan merampok Partai Demokrat, namun karena dilamar oleh kader untuk memimpin Partai Demokrat,” kata Roni Bahroni dalam keterangannya, Selasa (6/6/2023).
Dia menilai Moeldoko adalah figur yang lebih layak memimpin Partai Demokrat.
“Untuk itu, berkas peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Moeldoko adalah upaya hukum terakhir yang sudah dilakukan sejak 2021,” tegasnya.
Sebaliknya, Roni Bahroni beranggapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah sosok sentral yang mencaplok Partai Demokrat dari tangan Anas Urbaningrum.
“Sejatinya SBY lah yang numpang dan ingin mencopet Partai Demokrat dengan cara mengotak-atik AD/ART PD. Dan menempatkan dirinya dan VR (Ventje Rumangkang) selaku pendiri dan menghilangkan nama 98 pendiri lainnya,” ungkap Dirinya.
Roni Bahroni menyebutkan, hal itu sudah dimasukkan di dalam AD/ART mereka. Karena itu, AD/ART Partai Demokrat 2020 dibuat di luar arena kongres.
Maka, Hal itulah yang menyebabkan Partai Demokrat menjadi amburadul begini.
Setelah itu, menurut Roni Bahroni, KLB merupakan gerakan konstitusional untuk mengembalikan marwah Partai Demokrat menjadi partai milik rakyat dan bukan partai milik keluarga Cikeas.
“Partai Demokrat telah didirikan pada 2001 dan SBY baru juga bergabung 2003. So, mana bisa dia mengeklaim sebagai pendiri Partai Demokrat,” jelasnya. (Dego)






