CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, Program diversifikasi pangan Universitas Negeri Manado (UNIMA) merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Ini merupakan niat baik di sektor pertanian dan kampus bisa jadi center of excellence. Terlebih jika perannya terus dijalankan dengan baik,” kata Moeldoko, melalui siaran pers usai menerima kunjungan kerja Wakil Rektor UNIMA di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Selain itu, Panglima TNI Periode 2013-2015 tersebut juga mengapresiasi peran UNIMA dalam pengembangan diversifikasi pangan, seperti jagung dan sorgum.
“UNIMA telah menyiapkan lahan seluas 300 hektare untuk pengembangan diversifikasi pangan di kawasan kampus yang berada di Kelurahan Tonsari, Kecamatan Tondano Selatan, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut),” ungkap Moeldoko.
Dirinya menjelaskan, Pengembangan diversifikasi pangan di UNIMA merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi untuk turut serta dalam mendukung ketahanan pangan.
Tak lupa, Ia mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan riset dan pengembangan dalam mendukung ketahanan pangan dalam negeri guna mengatasi persoalan global di sektor pertanian, seperti regenerasi petani, penyusutan lahan, serta peningkatan populasi.
Selaku Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani (HKTI), Dia membeberkan, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk membangun program regenerasi petani serta pelatihan berjenjang, termasuk penggunaan teknologi smart farming dan cara berbisnis di sektor pertanian.
“Ada bantuan dari FAO untuk mengembangkan potensi anak muda. Saya turut sampaikan ke FAO pentingnya diversifikasi, Indonesia punya sagu, sorgum, dan umbi-umbian, maka diversifikasi adalah jalan yang bijaksana,” ujar Moeldoko.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNIMA Norbanus Naharia berharap, Terus mendapat dukungan pemerintah dalam pengembangan diversifikasi pangan berkelanjutan di lahan kampus. (DYW)






