CAHAYASIANG.ID, Bitung – Jajaran Kementerian Kehutanan pusat dan daerah, serta pemerintah Sulawesi Utara dan Kota Bitung, beserta pelaku dan pencinta lingkungan, bersama-sama melakukan pelepasliaran satwa pada Jumat (10/42026) di Taman Wisata Alam Batuputih.
Adapun Direktur Jenderal (Dirjen) Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Catur Endah Prasetiani, yang didampingi Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut), Danny Hendry Pattipeilohy, melepasliarkan tiga ekor Tarsius (Tarsius spectrumgurskyae), satu ekor Perkici Dora (Trichoglossus ornatus) serta satu ekor Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster).

Menurut Prasetiani, pelepasliaran satwa adalah salah satu komitmen pemerintah terkait dalam hal pemulihan populasi, pemulihan fungsi ekologi, dan yang utama adalah untuk kesejahteraan satwa serta konservasi keanekaragaman hayati. “Tujuannya adalah agar anak cucu kita nanti bisa melihat langsung satwa-satwa ini real,” tandasnya.
Bagi Prestiani yang mewakili Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, secara pribadi ia merasa bangga dapat melepasliarkan sejumlah satwa liar dan langka ini. Ia pun menyampaikan pesan dari bapak menteri yang menitipkan salah hangat dan agar selalu menjaga alam ini karena menjadi tanggung jawab kita semua. Misi bapak Menteri adalah masyarakat sejahtera hutan lestari,” tutup Prasetiani.
Sebelumnya, selabagai Kepala BKSDA Sulut, Pattipeilohy menjelaskan asal muasal kelima satwa yang dilepasliarkan. Dijelaskannya, satwa-satwa tersebut merupakan hasil penyelamatan dari sitaan, dan juga yang diserahkan langsung oleh masyarakat. “Setelah melalui proses rehabilitasi dan perawatan, kini satwa-satwa tersebut siap kembali ke alam,” ungkap Pattipeilohy. (ak)






