CAHAYASIANG.ID, MINUT – Open Turnament Taekwondo Speed Cup II, memperebutkan Piala Bupati Minut Joune Ganda yang digulirkan selama empat hari Kamis-Minggu (29/02-03/03/2024) diminati banyak peserta dari berbagai Dojang(tempat berlatih) dari Sulutenggo.

Sebanyak 813 atlit yang terdiri dari 548 atlit pemula dan 265 atlit prestasi yang berasal dari 30 Dojang ikut serta dalam Open Turnament ini. Mereka akan diwasiti oleh 7 wasit nasional dan 19 wasit daerah. Sementara kelas yang dipertandingkan terdiri dari 80 kelas kyorugi(flight) dan 12 kelas pomsae(jurus).
Menanggapi antusias peserta dari berbagai daerah yang hampir mencapai 1000 atlit, Bupati Minut Joune Ganda SE MM MAP M.Si saat dihubungi media ini mengatakan, tingginya animo peserta ini menunjukan olahraga ini digemari oleh banyak kalangan terutama dari generasi muda.
“Open Turnament Taekwondo ini jadikan agenda tahunan aja,” ujar Bupati Joune Ganda yang tidak bisa hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Terinformasi Bupati Joune Ganda pada jam yang sama menerima kunjungan. BPK RI Perwakilan Sulut dalam acara Exit Meeting di Kantor Bupati.

Acara Open Turnament Taekwondo Speed II ini dibuka oleh Kadis Dikpora Minut Audy Sambul S.Sos mewakili Bupati Minut, didampingi Camat Kalawat Indria Nasa MAP dan Sekretaris Dikpora Minut Johan Wewengkang M.Kes.
Dalam sambutannya, dikatakan, Taekwondo merupakan olahraga yang banyak digemari dan diminati masyarakat, yang harus dilestarikan, sehingga kejuaraan yang saat ini digelar bertujuan memberikan wadah penyaluran bakat, minat dan prestasi atlit Taekwondo. Kegiatan ini dapat kiranya berjalan dengan sukses dan lancar, sehingga bisa diperoleh bibit-bibit baru atlet taekwondo berprestasi, yang berasal dari Minahasa Utara.

“Saya harap kegiatan seperti ini, bisa menjadi agenda tahunan, untuk mempersiapkan atlet yang benar-benar siap, terjun sampai level nasional bahkan internasional. Harapan saya, agar seluruh atlet dapat bertanding dengan maksimal dan tetap mengedepankan sportifitas. Junjung tinggi nilai sportifitas dalam pertandingan. Dalam arena kita boleh beradu, menunjukan yang terbaik, tapi keluar dari arena, kita semua adalah saudara. Kalah menang itu biasa, yang penting kebersamaannya, dan kegiatan saat ini, tentu saja bukan hanya untuk atlit-atlitnya, tetapi juga untuk mengasah wasit, juri, sekaligus pelatihnya,” ujar Sambul mengutip sambutan Bupati.

Dari pantauan media ini, sejak acara timbang badan wajib bagi atlit yang akan berlaga di kelas kyorugi pada Selasa, (27/02/2024), antusias atlit dari berbagai penjuru daerah Sulut, Sulteng dan Gorontalo sangat jelas terlihat, meskipun saat itu sempat diguyur hujan. (Rubby Worek)






